MUI mengijinkan penggunaan Zakat untuk mengimplementasikan tindakan penanggulangan ke-19 dan dampaknya

TRIBUNNEWS.COM-Asrorun Ni’am Sholeh, Sekretaris Komisi Fatwa Komisi Ulima (MUI) di Indonesia, menekankan bahwa Tienjia dapat digunakan untuk melawan pandemi Covid-19.

Asrorun mengatakan pada konferensi pers yang disiarkan langsung di saluran YouTube KompasTV, Senin (18/5/2020).

“Dalam pandemi Covid-19, salah satunya adalah bahwa selain kesehatan, dampak serius yang perlu kita perhatikan adalah aspek ekonomi.”

Oleh karena itu, komite MUI Fatwa menegaskan bahwa zakat dapat digunakan untuk mencegah 19 dan dampaknya, “kata Asrorun.

Namun, MUI masih menyediakan beberapa peraturan untuk penggunaan peraturan.

Asrorun menunjukkan bahwa peraturan pertama adalah bahwa zakat adalah untuk kepentingan mustahiq yang secara langsung terdiri dari 8 kelompok Dan dirancang. ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— yang yang termodrikasi

Baca: MUI Jakarta mendesak warga untuk melakukan halal Bihalal Lebaran melalui Internet selama pandemi Covid-19

Di antara mereka yang membutuhkan, orang miskin, Amers, Ny. Muara, berutang Orang, kemudian budak, melepaskan budak, ibnusabil dan / atau fisabilillah.

Asrorun terus mengatakan bahwa zakat juga diperoleh dalam bentuk uang, yaitu untuk memenuhi modal kerja, kebutuhan medis atau apa yang mustahiq butuhkan .– Aset Zakat juga dapat diproduksi, dan bagi orang miskin yang terkena dampak bencana, manfaat dari kegiatan pemulihan ekonomi juga bisa. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live