Kasus Covid-19 aktif melebihi 100.000, satuan tugas: pemerintah daerah harus melakukan asesmen di institusi medis

Reporter Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda

Jakarta Laporan TRIBUNNEWS.COM-Profesor Wiku Adisasmito, juru bicara Kelompok Kerja Pengobatan Covid-19, mengatakan kualifikasi rumah sakit telah mencapai 80% pada periode yang berbeda. Perlu perhatian pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat. Langkah strategis harus segera diambil untuk mencegah jumlah korban tewas akibat Covid-19 meningkat.

Terlebih karena Indonesia akan memasuki liburan Natal dan Tahun Baru 2021.

Harap baca juga: Hal ini untuk menghindari kondisi perjalanan yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Natal dan Tahun Baru

Wiku mem-posting ulang dalam siaran pers perkembangan manajemen Covid-19 yang disiarkan oleh Sekretariat Presiden di YouTube memposting kanal informasi ini, Selasa (22 Desember 2020).

“Jika pemerintah daerah diharuskan segera berkoordinasi dengan satgas pusat penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan, jika kapasitas (volume pengisian) rumah sakit terus dipertahankan pada level tersebut, maka Wiku Adisasmito mengatakan: “Langkah-langkah strategis bisa segera diambil, misalnya pendirian rumah sakit darurat. Wiku melihat status kasus saat ini dan menyesalinya. Karena jumlah kasus aktif di Indonesia sudah melebihi 100.000, mohon baca juga: Pelajar Dilatih Pertolongan Pertama dan Pandemi COVID-19 – Katanya, Ini Menunjukkan Tidak Sebatas Penularan, Tapi Termasuk Penyebaran Covid- 19 meningkat.

“Saya tegaskan jumlah kasus aktif lebih dari 100.000 harus menyadarkan kita semua. Pimpinan daerah akan segera mengevaluasi pengobatan penyakit berikut ini: Covid-19 di institusi kesehatan,” tegasnya. Pemerintah daerah juga didesak untuk memastikan bahwa pengobatan atau perawatan pasien Covid-19 memenuhi standar.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live