BPOM Harapan berharap dapat memberikan izin darurat untuk vaksin Covid-19 bagi lansia

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (BPOM) berharap bisa segera merilis hasil uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac untuk lansia. Izin tersebut dapat dikeluarkan sebelum jadwal vaksinasi ditentukan oleh pemerintah.

Penny K Lukito, Direktur Utama BPOM, mengatakan penggunaan vaksin pada lansia masih menunggu data hasil dari tahapan tersebut. Tiga uji klinis masih dalam proses.

Dia mengatakan bahwa uji klinis fase I dan II di China, sedangkan fase III di Brazil masih berlangsung. Ia mengumumkan keamanan, efektivitas dan kualitas vaksin Covid-19 pada konferensi pers. Ia mengumumkan bahwa China akan memasuki fase pertama dan kedua, dan China akan memasuki Brazil dan memasuki fase ketiga. Sebenarnya, Jumat (8/1/2021). – Kedepannya, data tersebut dapat langsung digunakan di Indonesia tanpa perlu uji klinis ulang.

Baca juga: Airlangga: Pemerintah menjamin tidak akan ada vaksin palsu yang dijual di pasaran

“Masih menunggu Brazil dan datanya akan digunakan. Kalau aman tidak akan terulang. Jelas itu sedang digunakan. “, kata Penny.

Saya harap tidak butuh waktu lama (data uji klinis akan segera keluar) sehingga kami bisa mengeluarkan izin (vaksinasi) kepada lansia pada waktunya, “saya harap perempuan berjilbab ini. – –Kita tahu, mengingat ketersediaan dan waktu, vaksinasi COVID-19 dibagi menjadi empat langkah untuk menguraikan kedatangan vaksin dan keamanannya .

Populasi prioritas vaksin adalah populasi yang tinggal di Indonesia dan berusia di atas 18 tahun.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live