Hingga dua dokter meninggal karena paparan virus korona

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Perhimpunan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan bahwa jumlah dokter yang meninggal akibat paparan Covid-19 meningkat dua.

IDI Ph.D. dalam Hubungan Masyarakat. Halik Malik mengatakan bahwa dua dokter yang terlambat, Dr. Soekotjo Soerodiwirio Sp Rad dan Dr. Sudadi Hirawab MS SpOK, mengonfirmasi coronavirus positif.

“Dr. Soekotjo telah dirawat dengan Covid-19 pasien positif di Rumah Sakit Hasa Sadikin untuk waktu yang lama, dan Dr. Sudadi Hirawa telah menerima pengobatan bersama pasien positif di Persahabatan Hospital selama sekitar 10 hari. 19”, Kata dokter. Halik di Tribunnews.com, Senin (13/4/202020).

IDI juga mengklaim telah kehilangan dua tokoh yang sangat penting dalam perkembangan sejarah medis Indonesia.

Baca: Global Update: Covid-19 menyebabkan 428.275 orang pulih dan 114.312 orang meninggal

Dr. Halick berkata: “Dua profesional medis senior yang telah meninggal adalah pelopor dalam bidang ilmu masing-masing. Dalam sejarah medis Indonesia, orang penting sekali lagi telah hilang. ”28 dokter (termasuk dokter gigi) yang meninggal pada tahun ke-19 dan IDI membentuk tim khusus untuk mencari tahu alasan spesifik untuk paparan dokter terhadap hal tersebut.

Peralatan perlindungan pribadi juga diperlukan untuk mencegah penyebaran coronavirus.

“PB IDI membentuk tim peninjau untuk mempelajari kematian dokter yang terkait dengan COVID-19 secara bersamaan. Pada saat yang sama, PB IDI juga merekomendasikan untuk bekerja secara bertahap untuk mencegah tidak ada lagi karyawan yang menjadi korban selama bencana. Halik berkata: “Ini adalah alasan untuk pandemi Covid19.

Baca: 830 warga negara Indonesia Malaysia dan Arab Saudi belum terinfeksi virus Corona-ini adalah daftar dokter yang akan mati karena kematian. Hasil Positif Covid19 dan PDP Covid: 1. Profesor DR. Iwan Dwi Prahasto (GB FK UGM) 2. Profesor. Bambang Sutrisna (antarmuka pengguna GB FKM) 3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat) 4. Lalopua, M. Kes (Biro Kesehatan Kota Bandung) 5. Dokter. Hadio Ali K, Sp.S (DKI Jakarta Perdossi, IDI Jakarta Selatan) 6. Dokter. Djoko Judodjoko, Dr. Sp.B (IDI Bogor) 7. Adi Mirsa Putra, Sp. THT-KL (IDI Bekasi) 8. Dokter. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (Dr. RSJ Soeharto Herdjan, IDI Jakarta Est) 9. Dokter. Ucok Martin Sp. P (Dosen IDU Medan USU FK) 10. Dokter. Efrizal Syamsudin MM (cabang IDI Prabumulih, MM, Rumah Sakit Kabupaten Praumulih, Sumatra Selatan) 11. Dokter. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur) 12. Dr. Laksma (Purn). Jeanne PMR Winaktu dari SpBS di Rumah Sakit Mintohardjo. (IDI Jakarta Pusat) 13. Profesor. Nasrin Kodim, MPH (Profesor Epidemiologi FKM UI) 14. Dr. Bernadetta Tuwsnakotta Sp ENT meninggal di RSUP. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar) 15. 15. Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) meninggal di Rumah Sakit Persahabatan (IDI, Jakarta Selatan). ) 16. Dr. Ketty dari Rumah Sakit Medistra (IDI Tangsel) 17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI di Jakarta Selatan). 18. Dr. Wahyu Hidayat dari Spaht meninggal di Rumah Sakit Pelni (IDI Kabupaten Bekasi). 19. Dr. Naek. L. Tobing, SpKJ meninggal di RSPP (IDI Jakarta Selatan) Jakarta20. Dr. Karnely Herlena meninggal di Rumah Sakit Fatmawati (IDI Depok) 21 Soekotjo Soerodiwirio SpRad (Dosen Bandung IDI Bandung FK Unpad) 22. MKK Dr. Sudadi, SpOK (Dosen IDI Jakarta FK UI) 23. drg. Haimi Susana Vijaja 24. Yuniarto Budi Santosa 25. Amutavia P. Artsianti 26. Roselanie Vyadaty Odang 27. Gunawan Oentaryo 28. Anna Herlina Ratnasar (Anna Herlina Ratnasar).

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live