Omong kosong dari menteri penilai membantu presiden mengelola Covid-19

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Karyono Wibowo, direktur eksekutif Indonesian Public College (IPI), mengkritik menteri atau asisten kepada presiden yang tidak melaksanakan perintah presiden. Termasuk masalah dengan manipulasi virus korona (Covid-19).

— Menurut Karyono, semua pemerintah di suatu negara harus bersatu untuk berurusan dengan Covid-19. – Tidak “Jelas tidak terjadi di Indonesia. Ada banyak perbedaan dalam kebijakan dan perbedaan yang akan menyebabkan kesalahan dan meningkatkan kebingungan publik,” Karyono menulis dalam pernyataan tertulis kepada Tribunnews pada Jumat (8 Agustus 2020) Mengatakan. Bertentangan dengan keinginan Presiden Chokovy untuk mengelola pandemi Covid-19 secara cepat dan tepat, Karyono mengatakan bahwa sejak pandemi Covid-19 dimulai di Indonesia, perbedaannya memang jelas.

Kegigihan pemerintah daerah dan masyarakat sangat menggema, dan pemerintah pusat segera menerapkan kebijakan penyitaan. “Meskipun pemerintah pusat masih mengevaluasi kebijakan yang benar, pada akhirnya akan memutuskan pembatasan sosial skala besar. (PSBB),” katanya.

Baca: Tagihan listrik pelanggan melonjak, stasiun pengaduan publik PLN

ditambah l, Karyono mengatakan, perbedaan pada ekspor topeng juga menjadi fokus perhatian publik. Menteri Koordinasi Ekonomi, Rtarto, mengatakan pemerintah akan membatasi ekspor topeng ke luar negeri karena negara itu masih membutuhkan banyak topeng.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live