Mabes Polri menyayangkan pengambilan paksa jenazah PDP Covid-19 di beberapa daerah

Laporan reporter Tribunnews.com Theresia Felisiani-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Fenomena kuasa rumah tangga dalam memantau pasien virus Corona atau Covid-19 (PDP) sudah biasa dan menjadi sorotan. Di banyak daerah, mulai dari Makassar, Bekasi, dan Surabaya.

Baca: Pandemi Covid-19 belum juga mereda, dan Festival Piala Keluarga Internasional Indonesia 2020 ditunda-dalam hal ini, keluarga dan kerabat juga sudah mengerahkan puluhan orang.

Terkait Mabes Polri Carlo Penmas, Brigjen Awi Setiyono mengaku sangat menyayangkan. -Masih ada keluarga yang memaksakan diri untuk membawa keluarganya melalui kekerasan. – “Tentu saja kami memiliki simpati yang dalam kepada para korban. Kami semua menyayangkan bahwa beberapa orang masih memaksakan diri untuk mengambil jenazahnya, dan Avi menghubungi pada hari Sabtu (13 Juni 2020) dan mengatakan:” Bahkan kekerasan yang digunakan berkurang . “- Mantan Manajer Humas Polda Metro Jaya mengajukan gugatan dengan berbagai cara. Apa pun yang terjadi, perayaan keluarga diadakan untuk menghina para dokter di rumah sakit. -“ Mereka adalah dokter yang menjalankan fungsi kebangsaan. Dalam kerangka hukum, mereka dilindungi undang-undang. Dia mengancam bahwa siapa pun yang mengancam personel hukum bisa dihukum. Kedepannya, Avi berharap kejadian ini tidak terjadi.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live