Kementerian Pertanian dinilai terlalu cepat mengajukan kalung virus korona karena uji klinis belum selesai

Wartawan Tribunnews.com Vincentius Jyestha lapor-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Anggota Panitia Keempat DPR RI, Fraksi Demokrasi Suhardi Duka menyinggung soal kalung kayu putih untuk penelitian dan pengembangan pertanian. Badan Pembangunan (Balitbangtan) mampu memberantas virus corona. 19) Suhadi mengatakan niat Kementerian Pertanian sebenarnya baik. Pasalnya, pihaknya berupaya untuk ikut menyikapi pandemi Covid-19.

“Menurut saya Kementerian Pertanian memiliki niat baik untuk ikut serta dalam penanganan Covid-19, tapi karena uji klinis masih berlangsung, terlalu cepat untuk diselesaikan,” kata Suhadi, dan dihubungi Tribunnews. .com, Senin (6/7/2020) .

Suhardi menilai kesimpulan Kementerian Pertanian terlalu cepat untuk dipublikasikan dalam jumlah besar dalam waktu dekat karena masih banyak yang mengutarakan hasil ini. keraguan. — Ia juga mengatakan bahwa menarik kembali korona masih dianggap prematur.

“Pencarian obat Covid-19 Bali Bangtan (Balitbangtan) dipertanyakan, termasuk keempat pengurus DPR. Karena sistem pengujian masih terlalu dini, maka bisa dikatakan uji klinis suatu obat,” ujarnya. — Selain itu, politisi Partai Demokrat mengatakan bahwa fungsi utama Kementerian Pertanian bukanlah obat. n, dan memberdayakan petani dan kesejahteraan.

Bacaan: Soal Kalung Anticorona, Dokter: Riset Eukaliptus Penangkal Covid-19 Masih Jauh

Bacaan: Sebelum memasuki tahap industrialisasi, masih perlu uji kerah korona- “Oleh karena itu, fokusnya harus Letakkan pada tugas pokok dan fungsinya, bukan pada hal lain, apalagi saat terjadi pandemi, sektor pertanian harus menjadi wilayah yang bisa dikembangkan, ujarnya.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live