Ridwan Kamil sebagai relawan untuk masalah vaksin Covid-19

Reporter Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda

Jakarta TRIBUNNEWS.COM melaporkan-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menceritakan alasan dirinya dengan sukarela ikut serta dalam pemberian vaksin virus corona. Dia mengatakan bahwa semuanya dimulai dengan scam atau scam tentang vaksin Covid-19.

Alhasil, orang yang akrab disapa Emil ini terdaftar sebagai relawan vaksin Covid-19.

Ia berharap dengan mendaftar sebagai relawan bisa menahan kabar bohong yang berkembang di masyarakat.

Emil menyampaikan pesan ini dalam wawancara dengan Dr. Dr. E., juru bicara Kelompok Kerja Penanganan Covid-19. Reisa Broto Asmoro tampil melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/9/2020).

“Sebelum saya mengajukan diri untuk berpartisipasi, banyak sekali penipuan dan berita palsu. ‘Ini bukan makanan halal, malah menyebabkan kematian manusia. Vaksin ini dijual dari China. Setelah berbisnis, pada dasarnya orang dilarang mengonsumsi narkoba. Ia menambahkan Tidak ada pemimpin yang mau jadi relawan. Artinya orang dikorbankan dan orang menjadi kelinci percobaan. Makanya saya Kapolsek (Jawa Barat) dan Bandan (Siliwangi) terdaftar sebagai relawan, ”kata Emil.

Baca: Setahu Saya, Dokter Spesialis Paru Hilangkan Proses Infiltrasi Virus Corona ke Tubuh

Baca: Amien Rais, Fadli Zon, dan Ridwan Kamil: Inilah Tokoh-tokoh dan Gubernur yang Meminta Pencabutan UU untuk Menciptakan Lapangan Kerja Dasar — Setelah dia terjun dan divaksinasi, Emil mengaku tidak ada efek medis.

Sehingga masyarakat bisa yakin bahwa vaksin Covid-19 sudah diuji dengan benar dan cermat.

“Kuncinya tidak ada dampak medis. Saya sudah divaksinasi dan saya saksi utamanya.” Gubernur berhasil dengan tidak? Lulus. Saya juga disuntik, itu buktinya. “Jika dia gagal, saya katakan” itu tidak akan berhasil. ” Emil berkata: “Ini yang penting keikutsertaan saya, bukan kata-kata.” Biasanya vaksin ini demam tapi tidak bertahan lama, tapi akan membengkak. Saya tidak punya keduanya, ”jelasnya.

Ke depan, Emil mengungkapkan, tantangan setelah vaksin n berhasil adalah banyaknya tenaga medis yang memvaksinasi masyarakat Indonesia. – Oleh karena itu, ia merekomendasikan TNI kepada Presiden Jokowi -Polri juga sudah dilatih vaksinasi Covid-19-makanya saya tinggalkan Pak Jokowi, “Pak, kalau bisa latih TNI-Polri untuk bantu dokter vaksinasi.” Katanya, ”Kalau tidak ada, Kita hanya butuh waktu lama untuk membuat 2022 normal, dan jika kita kompres selama tiga bulan, maka 2021 akan lebih baik dari tahun ini. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live