Menlu menekankan asas keadilan saat menguasai teknologi kesehatan di negara berkembang

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan prinsip keadilan bagi negara berkembang untuk memperoleh teknologi kesehatan dalam menyikapi pandemi Covid-19.

Hal ini ditekankan pada pertemuan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kosta Rika. Konferensi Rika adalah salah satu acara sampingan yang diadakan selama Sidang Umum PBB ke-75. Pada pertemuan tersebut, Retno secara khusus menekankan perlunya menjembatani keterbatasan negara, terutama negara berkembang, dalam mengakses obat-obatan, vaksin dan teknologi kesehatan. Dalam pidatonya pada Sidang Debat Umum ke 75 Sekolah Menengah Atas Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden RI menyatakan: “Selama tidak semua orang selamat, tidak ada yang benar-benar aman,” kata Menlu. Mengenai cara mengatasi situasi ini, salah satu isunya adalah solidaritas dan komitmen politik semua negara untuk menyikapi pandemi ini.

Jangan lupa untuk mengingatkannya tentang pentingnya menjalin kemitraan dengan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, peneliti, dan Organisasi Kesehatan Dunia. Triangle akan mendukung proses pengambilan keputusan yang ditargetkan dan mempercepat produksi dan distribusi obat-obatan dan alat kesehatan.

“Kerja sama ini juga akan mendukungnya. Segera terbentuk jaringan perusahaan farmasi dan industri kesehatan antar negara.

Baca: Menteri Retno: Multilateralisme masih solusi terbaik — -Selain itu, Retno juga menekankan bahwa tata kelola global harus dapat memastikan jaminan teknologi kesehatan Menlu Retno mengatakan: “Fleksibilitas regulasi internasional mengenai hak kekayaan intelektual sangat penting untuk produksi vaksin dan obat-obatan yang terjangkau. “.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live