Ubah kebijakan Anies di pasar tradisional: hapus pasangan ganjil dan standarisasi jam buka

Laporan reporter tribunnews.com Danang Triatmojo-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pasar menjadi salah satu tempat penyebaran Covid-19. Peraturan pasar. — Bacaan: Dalam Kasus Jiwasraya, Terdakwa Covid-19 Akan Diuji Usap-Anies Membatalkan Aturan Kios Paritas di Pasar Tradisional. Pembatasan jam buka pasar yang dulunya 07.00-14.00 WIB kini sudah kembali normal. Center, Rabu (7 Januari 2020).

Standarisasi jam kerja bertujuan untuk mengurangi kepadatan penduduk aktif di kawasan pasar.

Saya berharap masyarakat yang ingin masuk ke pasar bisa memilih waktu yang lebih lama, sehingga jumlah orang yang datang dalam waktu bersamaan bisa lebih terpencar.

Menghapus beberapa aturan tersebut juga akan dibarengi dengan regulasi dan pengetatan kebijakan yang ada.

Salah satunya adalah dengan memberlakukan batasan 50% pada kapasitas pasar wisatawan. Proses masuk dan keluar pengunjung juga tertuju pada pintu untuk memudahkan pengawasan-TNI, Polri dan Pemprov DKI juga memperkuat ASN pengawasan. Ketiga elemen ini akan mengawasi 300 pasar di Jakarta. -Oleh karena itu, jumlah orang yang memasuki pasar tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas pasar. Ini dikendalikan oleh agen yang ditempatkan di pintu masuk pasar untuk mengontrol jumlah orang sekaligus. Anies Baswedan mengakui: “Penularan Covid-19 di dua wilayah. Dua wilayah itu adalah pasar KRL dan angkutan massal.

Selama satu bulan masa transisi PSBB, Anies mengatakan karena -19 diuji positif, jadi 19 pasar ditutup.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live