Tidak ada kematian dalam tiga bulan, dan seorang pasien Covid-19 di Babylon meninggal hari ini

Laporan reporter Tribunnews.com Dewi Agustina

Bangcarina Tribunnews.com- Pasien Covid-19 yang dirawat di RS Depati Hamzah Kota Bangcarina diyakini meninggal pada pukul 4 dini hari Minggu (14/6/2020). Sekitar pukul 25.00 WIB.—Tribunnews.com mengonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (14/6/2020) malam bahwa Mikron Antariksa, Sekretaris Kelompok Kerja Manajemen Percepatan Covid-19 Provinsi Babilonia, mengatakan bahwa pasien tersebut tidak memiliki riwayat bepergian ke luar daerah. . Pasien berusia 43 tahun itu tinggal di distrik Bukit Intan Kota Pangapinan. Ia dirawat di RSUD Depati Hamzah Bangkapinan pada 12 Juni 2020, namun mendapat keluhan karena sesak napas. Mikron Antariksa menjelaskan, foto di dada menunjukkan penyebaran pneumonia yang mirip dengan Covid-19.

Baca: WNA Terpapar Corona di Kapal Pompa, Kasus Positif Covid-19 di Provinsi Babel Jadi 144

Micron menjelaskan sesuai laporan di Depati Kabupaten Bangka 13 Juni 2020 Berdasarkan hasil tes pengobatan Tiongkok di RS Bahrin Sungailiat, pasien dipastikan positif Covid-19.

“Sekitar pukul 16.25 tanggal 14 Juni 2020 WIB, RSUD Depati Hamzah mengumumkan bahwa pasien sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Dengan meninggalnya pasien ini, jumlah pasien yang meninggal di provinsi Babel meningkat menjadi dua.

Baca: Update Covid-19 per Minggu 14 Juni 2020: Tidak ada kasus yang terdaftar di enam provinsi

Perlu diketahui bahwa kasus positif pertama Covid-19 terjadi pada Maret 2020 Bupati yang ditemukan di Belelung Tanjungpandan Provinsi Babel pada tanggal 30 Mei itu, pada tanggal 1 Mei 2020, pasien dinyatakan sembuh. Sebelumnya, pada 27 Maret 2020, warga Toboali, Kabupaten Lampangka, meninggal dunia.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live