IDI mencatat penerapan standar baru di tengah lonjakan kasus Covid-19

Laporan wartawan Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Zubairi Djoerban, Ketua Pokja Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menyampaikan catatannya mengenai kesepakatan kesehatan, jika pemerintah melaksanakan orde baru maka kesepakatan harus dilaksanakan Hidup atau standar baru.

Menurutnya, normal baru masih bisa diterapkan.

Namun, itu harus dilakukan di bawah pengawasan ketat.

“Waktu PSBB tidak dieksekusi dengan benar. Oleh karena itu, selama disiplin peralatan cukup ketat maka“ normal baru ”dapat digunakan.” Saat pelapor menghubungi pelapor pada Kamis (11 Juni 2020), Zubaili · Kata Dyorban.

Baca: Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Kuomintang, serta Partai Republik Demokratik Rakyat sampai pada dua kesimpulan – selama kepulangan terakhir Idul Fitri, “langkah-langkah yang diantisipasi secara ketat dapat diambil sebagai program pencegahan Covid-19.” Memantau area picenter orang yang masuk dan memasuki Covid-19 e.

“Ini seperti mengeluarkan orang dari Jakarta, kalau besok harus evaluasi keesokan harinya masih bisa. Ya Tuhan,” ujarnya. Peningkatan rekor baru kasus Covid-19 positif Yototi baru-baru ini telah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Penerapan normal baru tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live