Rumah sakit dengan tingkat deteksi cepat melebihi Rp 150.000 akan dihukum

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah menetapkan batas maksimal deteksi cepat virus Corona (Covid-19) sebesar Rp 150.000. Bagaimana jika seseorang istirahat?

Riset Tribunnews.com menunjukkan masih ada beberapa rasio yang lebih tinggi dari batas tes APID tertinggi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Mulai dari Rp 150.000.

Harga alat quick test adalah Rp150.000. Namun, ada kewajiban lain yang harus dibayar selama tes cepat.

Selain quick test Rp 150.000, peserta tes diwajibkan membayar biaya kepengurusan, biaya layanan, dan sertifikat kesehatan tetap. Makanya, paket quick test independen harus dibayar, dan jumlahnya masih dalam kisaran 300.000 rupiah.

Bagaimana sikap pemerintah?

Baca: Pakar Epidemiologi Usulkan Pemerintah Evaluasi Dampak Rapid Testing

Bacaan: Alat Uji Cepat Buatan Indonesia Siap Menyaingi Produk Luar Negeri, dan Harganya Tidak Melampaui Rp75.000

Menteri Pembangunan Manusia Bersama Komite Koordinasi Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berjanji, pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas kepada rumah sakit (RS) dan menetapkan tarif deteksi cepat di atas Rp 150.000. -Muhadjir menanggapi surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menetapkan kecepatan tes cepat maksimal.

“Sebagai bagian dari surat edaran Kementerian Kesehatan tentang batasan harga maksimal”, kata Muhadjir di kanal Youtube Kemenko PMK, Kamis (2020/7/07).

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live