Presiden memerintahkan Terawan untuk mengubah prosedur keselamatan untuk semua staf medis rumah sakit

TRIBUNNEWS. Kantor Berita Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas Komite Manajemen Covid-19 dan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (14/9/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk memeriksa dan mengoreksi prosedur keselamatan tenaga medis dan pasien di seluruh rumah sakit.

“Dalam kasus yang parah, saya meminta Menteri Kesehatan untuk segera mengatakan:” Periksa dan perbaiki prosedur keselamatan semua staf medis dan pasien di rumah sakit. Dean L mengatakan, tujuannya agar rumah sakit menjadi tempat yang aman untuk mengobati penyakit, terutama Covid-19. Ia menyimpulkan: “Dengan cara ini rumah sakit benar-benar bisa menjadi tempat yang aman dan bukan tempat berkumpulnya penyebaran Covid. Baca: Valentino Rossi Tanggapi Permintaan Maaf Joan Mir Usai Naik Podium. Di MotoGP San Marino 2020-SpOT Ketua Tim Dr PB IDI Adib Khumaidi mengatakan Sabtu (20/9/20 20), total ada 114. Dokter meninggal karena Covid-19.

“Dua hari lalu 109 dokter bertambah dua, dan kemarin ada tiga (meninggal),” uj ar Adib sedang dalam virtual chat.

Katanya Dong Jawa menjadi dokter dengan kematian terbanyak pada usia 29 tahun, disusul Sumatera Utara pada usia 21 tahun.

“Sekitar 50% atau 55 dokter adalah dokter umum, dan sisanya ahli. “— Adib menjelaskan berdasarkan pemeriksaan di sekitarnya bahwa tidak semua tenaga medis terpapar Covid-19 di ruang perawatan atau di ruang isolasi bangsal. Ia mengatakan, sampai keesokan harinya kami belum mengetahui pasien tersebut mengidap Covid-19.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap hal ini, karena pekerjaan ini sangat berbahaya, harapnya.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live