Survei: Kemiskinan meningkat selama epidemi Covid-19

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Lembaga Riset Barometer India, bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan RRI, melakukan survei berita akurat tentang pengangguran dan kemiskinan selama pandemi Covid-19.

Hasil survei terhadap 400 responden dari 12-18 Mei 2020 menunjukkan bahwa kemiskinan terjadi pada masa pandemi. Alhasil, masyarakat menilai angka kemiskinan saat pandemi virus corona semakin meningkat. Direktur Eksekutif Barometer India M Qodari mengatakan dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Selasa (26/5/2020), mayoritas masyarakat (90,1%) menyatakan kemiskinan semakin meningkat. Standar baru- “Hanya (1%) Jumlah orang miskin menurun. Yang tidak tahu / tidak menjawab (0,8%), ā€¯tambahnya.Survei juga menunjukkan bahwa ketika pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin menangani kemiskinan, mayoritas responden (74,1%) menyatakan tidak puas.

Bacaan: Seorang Lansia Yang Diperkosa dan Dianiaya oleh Lansia dalam keadaan koma, dan korban ditinggalkan dalam genangan darah

— meskipun (23,6%) dianggap puas.Tidak tahu / tidak menjawab (2,5%)

Lima alasan utama ketidakpuasan responden adalah:

Kemiskinan meningkat (21%, 9%), dana bantuan korup (18,9%), dan bantuan kepada masyarakat miskin lambat ( 13,6%), jumlah bantuan sangat rendah (10,1%), dan masih banyak masyarakat miskin yang tidak mendapatkan bantuan (7,6%) Lima alasan utama yang memuaskan responden adalah:

Ada bantuan listrik (28,6%), Pemerintah membantu masyarakat miskin (27,9%), ada bantuan presiden (20,1%), banyak sumber bantuan (7,1%), dan bantuan tunai langsung dari desa (6,7%).

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live