Selain menjaga kesehatan, pemerintah juga berkomitmen untuk pemulihan ekonomi di bawah normal baru

Reporter Tribunnews Taufik Ismail melaporkan-TRIBUNNEWS. Anggota Dewan Komunikasi dan Informasi Politik Kantor Kepresidenan Jakarta COM Juri Ardianto mengatakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan sistem adaptasi adat baru untuk memastikan jaminan sosial dan produktivitas di masa pasca-transisi. Menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB). Ia siap melanjutkan kehidupan ekonominya saat menghadapi penyebaran Covid-19.

“Selama pandemi ini, pemerintah tidak hanya peduli pada kesehatan tapi juga ekonomi”, ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2020).

Baca: Amnesty International mencatat 14 kasus pembajakan digital dan intimidasi aktivis HAM Pemerintah memiliki tiga kebijakan utama penanganan Covid-19: mengelola kesehatan, memberikan bantuan jaring pengaman sosial, dan mendorong pemulihan ekonomi.

Juri menyatakan bahwa pemerintah telah menerapkan kebijakan PSBB dan merumuskan kebijakan untuk mengurangi pembatasan secara bertahap.

Diantaranya, pemerintah telah mengurangi pembatasan pada 102. Kota atau kabupaten yang telah ditetapkan sebagai zona hijau.

Baca: Bamsoet Minta Polisi Selidiki-Lakukan Kajian Mendalam atas dugaan penyiksaan ABK Indonesia di Kapal Penangkap Ikan Tiongkok-Menurut Juri, pengurangan pembatasan atau perilaku santai harus didasarkan pada fakta dan data. Juri mengatakan: “Kita juga harus bersiap untuk mematuhi prosedur kebersihan untuk mengendalikan wabah ini.” Di saat yang sama, Abdullah Mansuri, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) menjelaskan bahwa tradisional Pasar merupakan tulang punggung perekonomian dan pusat distribusi pangan, sehingga pemerintah perlu mementingkan hal itu.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live