Panitia Kesepuluh DPR mendorong tempat wisata menerapkan tata cara sanitasi

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Anggota Panitia Kesepuluh Majelis Nasional Indonesia, Ferdiansyah, menegaskan pentingnya penerapan tindakan kebersihan di destinasi wisata, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan (3M).

Menurutnya, destinasi wisata juga harus melaksanakan pariwisata atas dasar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE).

“Sertifikasi CHSE ini dapat memberikan jaminan produk dan layanan kepada wisatawan dan masyarakat luas. Ferdiansyah mengatakan dalam keterangan yang dikeluarkan pada Kamis (29/10/2020) Jakarta:” Kepatuhan terhadap kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Ketentuan. “

Para anggota DPRD daerah pemilihan Jawa XI, termasuk Kabupaten Garut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga mengajak semua pihak, terutama stakeholders, untuk menjaga ekosistem pariwisata Garut.

“ Semua pihak Harus berkontribusi dalam promosi obyek wisata Garut. Beban ini tidak bisa diserahkan ke biro pariwisata setempat, ”jelasnya.

“ Kita harus bekerja sama. Nanti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memberikan kemudahan, yang bisa mengkomunikasikan cara memberikan promosi, pelatihan, dan cara. Atau klasifikasinya, ”lanjut Ferdiansyah. — Baca juga: 5 Tips Liburan Aman Lewat Penularan Covid-19, Pilih Lokasi Wisata Bijak dan Tetap Ajukan 3M

Politisi dari Golkar Harapan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Baparekraf dapat terus mengawal strategi pemasaran pariwisata Garut. Ia mengatakan: “Ke depan harus semakin matang. Pada akhir tahun 2024 akan menjadi titik tolak pariwisata Kabupaten Garut. Catatan editor: Kita bersama-sama memerangi virus corona. Tribunnews.com menghimbau kepada seluruh pembaca untuk selalu mengikuti tata cara kesehatan dalam setiap pesan yang diingatkan oleh 3M kepada ibu (pakai masker, sering cuci tangan dan selalu jaga jarak).

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live