Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim: Pesantren dan pesantren masih dilarang

Reporter Tribunnews.com Fahdi Fahlevi melaporkan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim merupakan pengecualian dari zona hijau Covid-19.

Nadiem Makarim masih melarang pesantren. Nadiem Makarim mengatakan dalam jumpa pers online pada hari Senin: “Untuk sekolah dan pesantren, jika berada di kawasan hijau masih dilarang. Buka asrama dan lakukan pelatihan tatap muka, “(15/6/2020). Baca: Moeldoko: Banyak kalangan yang tidak konsisten berkomentar bahwa pemerintah tidak memiliki strategi yang tepat untuk menangani Covid-19. Nadiem Makarim mengatakan, pesantren masih dilarang karena cenderung menyebarkan corona. Sebarkan virus di kalangan pelajar. Larangan itu diterapkan selama dua bulan pertama transisi.

“Selama masa transisi atau dalam dua bulan pertama selalu dilarang untuk dilakukan, karena resiko ini lebih rentan akibat bahaya penghuni asrama.” Kata Nadiem Makarim. Mari kita mendapat masalah – menurut Nadiem Makarim, di bawah normal baru, secara bertahap membuka sekolah dengan asrama baru.

“Proses membuka asrama dan belajar tatap muka bertahap. Dia berkata,” Kebiasaan baru atau waktu normal baru. Nadiem Makarim.

Baca: Fraksi PAN DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Investasi Besar di Bidang Kesehatan

Seperti kita ketahui bersama, pemerintah akhirnya memutuskan untuk membolehkan sekolah dibuka tatap muka atau di kawasan hijau

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Nadiem Makarim) menyatakan bahwa kawasan yang tercakup dalam kawasan hijau menyumbang 6% dari jumlah siswa.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live