Silakan merujuk pada penjelasan Dr. Reisa untuk langkah-langkah yang benar bagi kawasan tersebut untuk menuju zona hijau Covid-19

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara dengan kasus COVID-19 paling positif dan kematian termasuk Amerika Serikat, Brasil, Peru, India, dan Rusia. Waspada.

Kita harus terus melakukan kerja sama dan gotong royong antar semua pihak untuk memutus penyebaran Covid-19.

Di saat yang sama, upaya bersama ini telah memungkinkan Indonesia mencapai angka kesembuhan sekitar 50% dari total jumlah kasus positif Covid-19.

Pemerintah mencatat recovery rate melalui Accelerated Covid-19 Management Working Group (National Working Group) per 13 Juli 2020, dengan total 36.689 orang.

Selain itu, tim ahli pokja nasional juga mencontohkan bahwa per 5 Juli 2020, zona pengembangan risiko masing-masing kabupaten / kota sebesar 20,2% dari 514 jiwa, wilayah / kota Indonesia termasuk dalam zona hijau, atau Tidak ada kasus / area yang tidak tercatat / terkena Covid-19. Kegiatan produksi yang aman untuk Covid-19, tentunya akan terus menjaga kesepakatan yang sehat. -Duta Besar Dr. Reisa Broto Asmoro dari Kelompok Kerja Nasional untuk Adaptasi Kebiasaan Baru menjelaskan bahwa dampak negatif Covid-19 telah menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan, yang berdampak pada pikiran dan tubuh serta akhirnya kesehatan. Komunitas itu sendiri.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun kembali produktivitas perusahaan sesuai dengan prosedur kesehatan yang ketat.

“Prosedur kesehatan yang tepat harus ditempuh untuk memperkuat aktivitas masyarakat. Tegasnya, inilah yang kita sebut sebagai” kebiasaan baru “. Dr. Reisa Broto Asmoro bekerja di Jakarta, Senin (13/7/2020). Penjelasan konferensi pers pusat media tim.

Bacaan: 25 Mahasiswa UNS di Wisuda Jadi Mahkota Positif, Ahli Epidemiologi Ungkap Fakta Ini

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live