Tanggapan IDI terhadap obat Covid-19 produksi TNI, Universitas Airlangga dan BIN yang sedang dalam tahap uji coba akhir

Reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Kepala Staf Angkatan Darat Jakarta (KASAD) Jenderal Andika Perkasa mengatakan, obat anticovid-19 merupakan hasil kerja sama TNI Angkatan Darat, UNAIR dan BIN, dan sudah memasuki tahap final. .

Zubairi Djoerban, Ketua Kelompok Kerja Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), merespon baik terhadap obat anti-19 yang diproduksi oleh militer, TNI AU, dan BIN. -Jika Anda telah memasuki tahap akhir dan memiliki kemampuan untuk melindungi komunitas dari Covid-19, kami ingin sekali membuat obat ini tersedia untuk umum.

“Jika lolos tes tidak apa-apa. Jika gagal, tidak akan digunakan orang. 19” kata Zubairi kepada Tribunnews.com, Selasa, 18 Agustus 2020. -Baca: BPOM Desak Tingkatkan Bea Cukai Obat Covid-19 Ciptaan Unair, BIN, dan TNI-Bacaan: Obat Covid-19 Unair Berhasil Sembuhkan 754 Pasien Positif dan Kini Menunggu Izin Peredaran- – “Jangan langsung ikut produksi, tapi kalau ada yang salah, kami akan katakan apa.” Kata Zubali.

Zubaili mengatakan proses pembuatan obat sangat panjang, diantaranya tiga tahap dimulai dari uji laboratorium praklinis, kemudian uji hewan. Dalam uji klinis pada manusia, jumlah perawatan yang akan diuji di setiap fase akan terus meningkat hingga ribuan.

“Periksa apakah obat tersebut aman, efektif, dan tidak bermanfaat. Jika efektif memasuki uji klinis fase ketiga, apakah sudah berhasil diuji di banyak negara, dan jika semuanya berhasil, maka bisa dipasarkan.” Kata Zubairi .

Kemudian, setelah semua uji klinis lulus, makanan tersebut akan lolos Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan bahwa bahan tersebut dapat didistribusikan dengan aman ke masyarakat.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live