Politisi PKS menunjukkan apakah reorganisasi akan berdampak pada masyarakat

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Panitia Netty Prasetiyani, anggota Fraksi IX DPR RI PKS, menegaskan, tak lama setelah Presiden Joko Widodo marah, reorganisasi bermasalah. Netty menilai, pergantian menteri yang keluar bukan masalah utama, tapi apakah reorganisasi akan berdampak khusus bagi masyarakat Indonesia.

“Masalah utamanya bukan pergantian menteri, tapi berdampak pada rakyat. Baik akan reorganisasi atau tidak, semua kebijakan haruslah untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu, ini bukan hanya karena marah, tapi juga karena keputusan Netty pada Kamis (2020). Pernyataan pada 9 Juli itu berbunyi: “Mohon diperhatikan, bagaimana reaksi Prabowo ketika ditanya tentang reorganisasi kabinet, gerak tubuh dan tindakan Chokovi? Sepatah kata dia juga menyebutkan bahwa setelah presiden marah, para menteri seharusnya sudah membuat kemajuan signifikan dalam penanganan Covid-19.

Namun, menurut fakta, tidak ada kemajuan berarti.

“Situasi positif semakin positif. Parahnya, penyerapan anggaran tidak bisa memenuhi kebutuhan bidang ini, dan pengelolaan gejala sisa masih semrawut. Kemarahan presiden hanya dilihat oleh para menteri sebagai ledakan, atau karena mereka tidak tahu harus berbuat apa? “Beberapa netizen bertanya.

Dia khawatir masalah pergantian kabinet hanya akan menambah daftar panjang salah urus komunikasi publik pemerintah.

“ Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus, publik semakin khawatir dengan kekacauan komunikasi. Bingung. Dia mengatakan bahwa jumlah pekerja yang di-PHK dan di-PHK telah meningkat, dan orang-orang mulai keluar dari rumah mereka dengan saran-saran normal yang baru. Kalau begitu, maka opini publik menganggap pemerintah hanya berbicara, dan itu 100% benar, ”pungkasnya.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live