Berbicara tentang tingkat deteksi usap, politisi Demokrat selalu menyisakan masalah bagi orang miskin

Laporan wartawan Tribunnews.com Vincentius Jyestha-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Kesehatan Terawan Agus Putrantro diperkirakan akan segera menandatangani surat edaran (SE) tentang penetapan tarif pajak maksimal Rp 900.000 untuk pengujian swab independen segera. Terkait hal itu, Anwar Hafid, anggota Komite RI dari Partai Demokratik Rakyat Demokratik Kesembilan, menilai benchmark atau plafon tarif harus dihormati, karena dapat menjamin kepastian masyarakat dalam menentukan tarif. Anwar, dihubungi Tribunnews.com, mengatakan pada Senin (10 Mei 2020). Namun, Anwar mengingatkan pemerintah dan Kementerian Kesehatan bahwa meski tarif sudah lebih murah dari harga yang diberlakukan, masih ada pertanyaan apakah tarif yang ditetapkan selama ini.

“Ini selalu berlaku untuk masalah, tetapi masyarakat kita tidak mampu atau terpaksa melakukan pengujian sampel independen karena alasan medis,” katanya. Dia menambahkan karena di beberapa daerah, tes usap cocok untuk Syarat masuk daerah. Jadi mohon waspada.

Apalagi sekarang, lebih dari 80% penduduk Indonesia berada di bawah tekanan ekonomi, dan banyak dari mereka memiliki penghasilan.

Di sisi lain, politisi Demokrat selalu menyerukan Fang terus menghargai upaya pemerintah untuk menghilangkan uji usap batas atas.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live