Hindari penggunaan predator seksual dan orang tua dengan anak-anak saat menggunakan perangkat di rumah

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Seto Mulyadi, ketua Asosiasi Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), mengungkapkan bahwa banyak anak merasa frustrasi ketika bermain di rumah karena mereka menggunakan gadget. gunakan peralatan.

Baca: BPIP: Bulan suci Ramadhan menguatkan semangat negara terhadap virus korona

Suasana kedua yang membuat frustrasi anak-anak adalah bahwa anak-anak kemudian lari ke gadget. Mereka berusaha mendapatkan informasi – tetapi ketika tidak ada bantuan orang tua, tidak ada persahabatan keluarga, “kata Seto di kantor BNPB di Jakarta pada Sabtu (25 Mei 2020).

Seto mengatakan bahwa kadang-kadang anak-anak menonton film Akan melihat konten kekerasan, peralatan konten porno

— bahkan ada predator seksual yang menargetkan anak-anak melalui media online.

Baca: Pergub dikeluarkan, Anies membatalkan manajemen pajak hingga 29 Mei – – “Terkadang, nuansa juga penuh dengan kekerasan. Ada kekerasan di sini, yang mengerikan. Mungkin pornografi kadang-kadang kekerasan seksual melalui media online, “kata Seto. Seto mengatakan bahwa polisi telah mengambil banyak langkah sejauh ini untuk menghentikan pemangsa seksual yang menargetkan anak-anak. Orangtua diharuskan mengawasi kegiatan anak-anak mereka agar tidak menjadi sasaran para predator.

“Dan, dalam beberapa kasus, Markas Besar Kepolisian Nasional telah mencoba mempublikasikan penjahat predator seks ke media online sebelumnya. Tapi tolong perhatikan kami, “kata Seto.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live