Berbicara tentang survei Kompas, KPU Indonesia optimistis dengan tingginya angka partisipasi Pilkada di tahun 2020

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pramono Ubaid Thantowi, anggota Panitia Pemilihan Umum Indonesia, optimistis dengan kehadiran pemilih di Pemilihan Umum (Pilkada) 2020, meski Partai Rakyat Demokratik digelar saat pandemi virus corona 2019 (Covid-19).

Ia optimistis dengan tingginya angka partisipasi pemilih karena membaca hasil survei Litbang Kompas.

Dalam survei ini, lebih dari separuh responden mengatakan bahwa dalam pemilu pun mereka bersedia untuk memilih. Dalam pandemi. , Bawaslu menyerukan perlindungan kesehatan bagi direksi Pilkada 2020- “Pada 8 Juni, Badan Litbang Kompas (lakukan survei, -red), jika pilkada diadakan di tengah pemilu, Anda bersedia ikut jajak pendapat. Pandemi. 64,8% orang setuju. Seingat saya, 28%. 7% orang tidak tahu, “kata Pramono di seminar Pilkada New Normal: Hambatan, Peluang dan Tantangan “, Sabtu (13/6/2020).

Jika membaca hasil survei, kata dia, hal ini sangat menggembirakan, karena survei ada di partainya untuk menentukan kepala daerah dan calon presiden. Apa yang dilakukan sebelumnya. Sepasang calon kepala daerah belum memimpin kampanye dan mengerahkan pemilih.

“Tapi angka-angka ini sedang pandemi, dan masyarakat sadar akan penggunaan hak pilih. “-Dengan dimulainya Pilkada 2020, angka ini diperkirakan akan meningkat 64,8%, dan angka ini akan mulai bertambah pada tahun 2020. Setelah pandemi Covid-19 ditunda pada 15 Juni 2020, Targus Berkata: “Saya optimis dengan angka ini. Ia mengatakan, hanya sosialisasi dan pasangan calon serta tim kampanye yang bisa melarang pemilih. Ada enam bulan sosialisasi, tentunya pasangan calon dan tim sukses akan terbiasa berkampanye. -Sejak pelaksanaan Pilkada tahun 2015, tingkat partisipasi pemilih sekitar 64-74%. Kira-kira 69% (2015), 74% (2017) dan 73,24% (2018).

“Dibandingkan dengan hasil litbang Kompas yang ada, keuntungannya tidak akan terlalu tinggi”, a-tambahnya. Perlu diketahui bahwa tahap pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan dimulai KPU Indonesia pada tanggal 15 Juni 2020. Hal ini sesuai dengan amandemen ketiga PKPU Nomor 5 tahun 2020 tentang aturan ke-15 Panitia Pemilihan Umum. Tahapan organisasi, rencana dan jadwal pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2020, gubernur dan wakil gubernur, dan / atau pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2020 diundangkan pada tanggal 12 Juni 2020. Jadwal langkah verifikasi fakta pasangan calon perseorangan yang semula dijadwalkan mulai 18 Juni 2020 namun ditunda hingga 24 Juni 2020 sudah diubah. -Selain menunda jadwal langkah pengecekan fakta calon perseorangan, KPU juga akan menunda rencananya untuk menyerahkan lebih banyak data pemilu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) antara 15 Juni 2020 hingga 18 Juni 2020. Pemungutan suara akan dilakukan di 270 distrik secara serentak pada 9 Desember 2020. Jadwal semula adalah 23 September 2020. Hal itu disebabkan penundaan tahapan pilkada Maret akibat pandemi Covid-19.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live