PDTT Wamendes menyerukan AKB, komunitas pedesaan yang paling ingin hidup

Laporan reporter Tribunnews.com, Reza Deni

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Wakil Menteri PDTT Budi Arie memaparkan virus corona yang terjadi di desa-desa Indonesia atau adaptasi habitat baru (AKB) saat pandemi Covid-19. Budi, kuncinya adalah meningkatkan daya beli masyarakat desa.

Baca: Pakar RSPAD akan berpartisipasi dalam uji klinis anti-Covid-19 Secapa AD

“Selama masyarakat punya uang dan rela mengeluarkan uang, ekonomi akan berubah. Namun, kami siap sepenuhnya untuk masyarakat pedesaan Rasa optimis, ”kata Budi dalam wawancara dengan Tribun Network di Jakarta, Kamis (16/7/2020). -Budi memperkirakan, dibandingkan dengan warga perkotaan, komunitas pedesaan berkontribusi paling sedikit terhadap kasus Covid-19. — Penduduk desa pulih paling cepat.

“Kami ke Muara Gembong, desa nelayan. Mereka mengeluh kepada kami bahwa harga ikan yang kami jual adalah Rp40.000 per kilo, dan sekarang Rp20.000 per kilo. Ya, karena di Jakarta tidak ada restoran.” Lanjutkan. “,” Ini bukan karena 0. Ini bukan. Misalnya, jika di kota di mana 3,6 juta karyawan di-PHK, dia menerima 1 juta rupee pada pukul 0. Kalau di desa dulu berpenghasilan Rp 500.000. “Desa-desa yang menjalankan Covid-19 telah memberikan bantuan sosial untuk menjaga jarak antar desa. Lebih erat dari pada kota. Desa sangat protektif. Kita sekalian jangan diremehkan oleh warga desa,” ujarnya. Mereka tahu kalau kasus korona misalnya, masuk ke desa itu sangat ketat. Dia menyimpulkan: “Beberapa orang telah diusir karena tidak memiliki hak untuk kembali ke rumah.”

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live