RPKPU menyebutkan bahwa KPPS, TPS dan pemilih harus memakai masker dan sarung tangan sekali pakai

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Panitia Pemilihan Umum Arief Budiman membeberkan ketentuan Nonalam Covid 19 dari Panitia Pemilihan Umum terkait isi rancangan peraturan yang menentang pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota.

Salah satunya terkait aturan tahapan pemungutan dan penghitungan suara.

Arief mengungkapkan, anggota KPPS, petugas TPS, dan pemilih harus menggunakan alat pelindung diri. Perlengkapan (APD).

Arief menyampaikan bahwa anggota KPPS dan agen TPS wajib menggunakan masker, sarung tangan sekali pakai, dan masker wajah.

Baca: Aturan Pelaksanaan DPR Beber Pilkada Di Tengah Pandemi Covid-19

Bagi Pemilih Hanya Masker Wajah dan Sarung Tangan. Dia mengatakan bahwa pemilih yang terkejut tidak akan menyediakan masker dan sarung tangan di TPS.

“Anggota KPPS dan TPS menggunakan APD berupa masker, sarung tangan sekali pakai dan masker wajah. Pemilih peserta TPS memakai masker dan sarung tangan sekali pakai. Panitia II DPR, Senin (22/6/2020) – -Selain itu, jumlah pemilih yang masuk ke TPS juga dibatasi. Arief mengatakan pemilih di kantor hanya bisa memilih maksimal 12 pemilih sekaligus. Ia mengatakan, suhu tubuh harus dicek dulu.Jika suhu tubuh pemilih lebih tinggi dari 37,3 derajat Celcius, tidak Izinkan dia masuk ke dalam kawasan TPS, kemudian membimbing personel terkait ke tempat khusus di luar TPS. -Pemilih dengan suhu tubuh tinggi nantinya akan didampingi oleh pemilih terpercaya untuk memilih, atau dengan bantuan S anggota KPP dalam tugas memilih

Dengan begini, saya berharap kepada personel terkait dapat menyelesaikan pencoblosan dan melengkapi pencoblosan tanpa pencoblosan.

“Alat pemungutan suara yang hanya dapat digunakan sekali” dan sarung tangan sekali pakai. Alat pemungutan suara harus didesinfeksi oleh petugas KPPS Desinfeksi agen. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live