Kapolda telah mencatat lebih dari 29.000 kasus positif Covid-19 di bidang hukum Polda Metro Jaya

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kapolres Metro Jaya Inspektur Nana Sudjana mencontohkan, ada lebih dari 29.000 kasus Covid-19 di wilayah hukum Polda Metro. Kami anggap remeh, “kata Nana saat peresmian aplikasi SIGAP di Gedung Promotor, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2020).

Namun, Nana tidak menyebut secara detail jumlah kasus yang sembuh. , Pasien meninggal. – Ia melanjutkan, situasi saat ini sudah menjadi darurat kesehatan dan berdampak pada darurat ekonomi.

Baca: Update RS Wisma Atlet 10 Agustus: 1199 orang masih berobat Pasien positif Covid-19- “Sejak awal, mereka tidak mengunci Jakarta karena tidak cocok untuk wilayah kita karena kita ibu kota. Dalam pengertian ini, mengunci Jakarta sama saja dengan bunuh diri, karena kita ini pemerintahan kabupaten dan zona ekonomi, ”lanjutnya.

Karena itu, DKI Jakarta lebih memilih program pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang sudah ada pada 2020. Masuk dalam PSBB transisi untuk ketiga kalinya pada 13 Agustus 2008. “Saya tadi mengatakan bahwa darurat kesehatan semacam ini juga akan berdampak pada darurat ekonomi. Nanti kalau tidak bisa dikendalikan dan bisa jadi konflik atau darurat sosial, maka pemerintah akan mengambil kebijakan relaksasi atau relaksasi, ”ujarnya. -Kami tidak hubungi Covid-19, kami juga hubungi e-cone. Terakhir, semacam ini Kebijakan longgar itu yang terbaik. Ia mengatakan keduanya harus berjalan dan perekonomian berfungsi dengan baik, tapi bagaimana kita bisa menekan keadaan ini.

Itu sebabnya, Nana mengatakan perjanjian kesehatan harus dilaksanakan.

Menurut Presiden Diinstruksikan, TNI-Polri menjadi garda terdepan dan pengawas. Soal implementasi kesepakatan kesehatan.

“Kuncinya adalah kesepakatan kesehatan. Barulah tadi malam muncul tekanan, protokol kesehatan: jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, ”pungkasnya.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live