Ancaman Covid-19 belum berakhir, Jokowi: menjaga disiplin untuk menegakkan perjanjian kesehatan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Presiden Joko Widodo mengenang dan mengundang disiplin publik lagi untuk mematuhi rekomendasi dan prosedur kesehatan selama pandemi korona atau Covid-19. Di Indonesia, pandemi Covid-19, komunitas ini juga memainkan peran penting dalam menekan jumlah kasus dan penyebaran virus, virus ini telah menjadi pandemi di setidaknya 216 negara di seluruh dunia.

Baca: Aulia Kesuma mengirim surat ke Chokovy, sebelum kontak Jessica Kumala Wongso (Jessica Kumala Wongso), jangan dijatuhi hukuman mati-Presiden, Rabu (24/6) ) / Pesan ini disampaikan dalam pidato yang disampaikan di Istana Modica di Jakarta pada tahun 2020. “Komunitas telah memainkan peran penting dalam menekan jumlah kasus dan mencegah penyebaran Covid-19. Saya mengundang tindakan disiplin publik dan mengikuti rekomendasi yang sering kita katakan: memakai topeng, sering cuci tangan, jaga jarak yang aman dan hindari keramaian,” katanya Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu dari kantor pers Istana Kepresidenan.

Kata Jokovi, kita harus menyadari bahwa ancaman Covid-19 belum lengkap.

Setidaknya, sejauh ini, masih ada beberapa provinsi dengan tingkat distribusi Covid-19 yang tinggi.

Baca: Jokowi memberi kompensasi 300 juta orang dalam kecelakaan medis staf untuk berurusan dengan Covid-19

Jadi, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menangani pandemi ini. Masyarakat juga harus saling mengingatkan untuk menjaga disiplin saat menerapkan prosedur kebersihan. Presiden berkata: “Inilah yang harus terus kita lakukan dan harus menjadi kebiasaan baru kita.”

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live