Kementerian Kesehatan memastikan bahwa pengujian PCR secara cepat masih menjadi persyaratan untuk perjalanan domestik

Reporter Tribunnews.com Rina Ayu melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Kesehatan RI memastikan hasil rapid test-PCR masih digunakan untuk perjalanan antarkota atau domestik.

Hal tersebut berdasarkan informasi yang diterima Tribunnews.com pada Selasa (08/09/2020) .

Sesuai SK Menkes Nomor HK.01.07 / MENKES tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Coronavirus 2019 / 413/2020 (mulai 13 Juli 2020), tes cepat ini dinyatakan tidak dapat digunakan untuk diagnosis. Dalam beberapa kasus (seperti pemantauan implementasi) selalu gunakan tes cepat.

Baca: Saat Menghadapi Covid-19, JK Klaim Indonesia Lebih Baik dari Amerika Serikat— “Penumpang (keluarga) wajib menaati regulasi sanitasi atau hukum dan regulasi yang berlaku. Awak kapal harus dalam keadaan sehat dan menganut prinsip pencegahan dan penanggulangan penyakit. COVID-19 “, jelas pernyataan tersebut — secara khusus disebutkan bahwa regulasi tersebut juga mengacu pada SE MENKES NO. HK.02.01 / MENKES / 382/2020 tentang proses pelaksanaannya. Prosedur pengawasan pelaku perjalanan domestik di bandara dan pelabuhan Peraturan tentang kehidupan masyarakat yang produktif dan aman Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) dan Covid -18 Processing Working Group SE tahun 2020 sebagai tanggapan terhadap standar dan persyaratan Ourney Mulai dari Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) hingga beradaptasi dengan kebiasaan baru, kini bergerak menuju masyarakat yang produktif dan aman.

Baca: Komnas Perempuan Serukan Kekerasan Seksual Berbasis Cybercrime Semakin Kuat Saat Pandemi Covid-19-Pemantauan Karantina Kesehatan di Pintu Masuk (Pelabuhan, Bandara, dan PLBDN), dan Pelabuhan Departemen Penerapan Teknologi Kementerian Kesehatan Dinas Kesehatan (KKP) berkoordinasi dengan dinas terkait dan pemerintah daerah. Perpres tersebut mengatur bahwa selain “ prinsip yang berlaku untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19, penumpang dan awak angkutan yang berangkat ke negara tersebut juga harus memiliki sertifikat hasil pemeriksaan RT-PCR negatif yang masih berlaku selama 14 (empat belas) hari. Atau uji semut cepat bukti hasil gen / antibodi non-reaktif. Sejak sertifikat diterbitkan, masa berlaku maksimal empat belas (empat belas) hari.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live