Pemerintah berharap perjanjian kesehatan menjadi kebiasaan sosial

Reporter Tribunnews.com Fahdi Fahlevi (Fahdi Fahlevi) report-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Juru bicara manajemen Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan banyak prosedur kesehatan yang perlu dilaksanakan oleh masyarakat. -Achmad Yurianto percaya bahwa masyarakat harus mengembangkan kebiasaan sehat di era baru normal.

“Kebiasaan ini harus diinternalisasikan ke seluruh lapisan masyarakat,” kata Achmad Yurianto dalam webinar, Selasa (23/6/2020). .

Menurut Achmad Yurianto, saat ini terdapat persepsi bahwa perjanjian kesehatan adalah alat pemerintah untuk melindungi penyebaran Covid-19.

Baca: Keluarga bernama Sandiaga dan UMKM harus perbaiki masalah ekonomi melalui Covid-19

Ia berharap masyarakat mengubah pandangan tersebut dengan menjadikan tata cara kesehatan sebagai kebiasaan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Untuk mengubah pemahaman masyarakat tentang peraturan kesehatan, bagaimana cara menjaga cuci tangan, memakai masker tidak lagi dianggap sebagai alat bagi instansi pemerintah untuk mengontrol penyakit, tetapi menghilangkan kilau sudah menjadi kebiasaan. Ahmed · Kata Achmad Yurianto. -Baca: Doni Monardo: Karhutla Bisa Tingkatkan Risiko Terekspos Covid -19-Achmad Yurianto juga mengimbau masyarakat untuk membiasakan diri Jangan bertengkar selama pandemi ini.

Melindungi jarak dapat mengurangi risiko penularan Covid-19 hingga 85%

Dr. Reisa Broto Asmoro, kelompok kerja tim komunikasi publik percepatan penanganan Covid-19 Dikatakan bahwa menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah The Lancet, protokol jarak fisik dapat mengurangi risiko penularan Covid-19 sebanyak 85%.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live