Kisah tragis seorang perawat yang tidak dapat mencium anaknya dan tidak dapat bertemu dengan keluarganya

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Tahun ini, Idul Fitri 1441 Hijriah yang di tengah pandemi virus corona (covid) membuat sebagian tenaga medis tidak mungkin memenuhi kebutuhan keluarganya.

Muhamad Irvan Firdaus, yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Persahabatan, tidak hanya berhalangan untuk bertemu dengan keluarga Idul Fitri, namun Irvan belum pulang lebih dari dua bulan. -Irvan harus bertekun untuk memuaskan keinginan istri dan anak-anaknya, karena takut menularkan penyakit kepada keluarganya, maka ia memilih untuk tinggal di tempat penampungan. Staf medis covid-19.

Baca: Tes Cepat Tak Efektif, Via Vallen menduga lebih banyak orang di data yang terkena virus Corona

“Saya bilang ke istri saya sudah dirawat karena Covid-19, mungkin bukan karena Saya khawatir keluarga saya beresiko pulang setiap hari dan kontak dengan keluarga setiap hari, jadi saya sudah lama di rumah. Saya takut menjadi carrier. Ini kurang dari tiga bulan, “kata Irvan kepada Tribunnews.com, Senin (5 / 25/2020) .

Baca: Terkena Covid-19, Adik Via Valen: Corona Tak Malu

H-1 Lebaran Kemarin, Irvan Ketemu Istri dan Putranya yang Berusia Enam Tahun Kado Idul Fitri — Mereka Memilih Meninggalkan Rumah Untuk Bertemu, Dan Irvan Menetes Air Mata, Karena Harus Jaga Jarak dan Tak Bisa Peluk Anaknya Untuk Bertemu .

Baca: Akhir Perdebatan antara Dr Tirta dan Jerinx SID, Soal Menghadapi Corona Ada 7 faktor positifnya – Irvan juga melihat tatapan mata dan sikap anaknya yang masih kecil itu mengecewakan, saat tidak bisa memberi penghormatan atau mendekati ayahnya, ia diam saja, meski anaknya masih menelepon. Berikan pada Irvan dan tanyakan kapan dia akan pulang.

“Saat bertemu dengan anakku, aku bilang aku tidak bisa dekat dengan anak pertama. Sedih sekali melihat ekspresinya. Matanya sebodoh aku mau nangis, tapi akhirnya aku nangis, “kata Irvan. Jeda.

Di Hari Raya I. Dul Fitri kemarin, Irvan merayakannya bersama tenaga medis yang masih bekerja di rumah sakit. Rumah sakit dan kemarin kebetulan Irvan menggelar piket malam agar masih bisa sholat Idul Fitri di pagi hari. Tetap waspada menyesuaikan jarak.

“Ada pasien yang dipesan di bagian penyakit dalam. Kamar, tidak ada penyedot debu yang digunakan. Jadi kita bersihkan, disemprot disinfektan, pinjam selimut sholat dari karpet masjid di RS, lalu pakai sholat Idul Fitri dan Alhamdulillah disana, dan banyak yang mengikutinya. Kirim ketupat ke petugas medis di akomodasi. -Pada saat yang sama, jumlah penderita Covid-19 masih terus meningkat.Menurut data per 25 Mei 2020, terdapat 479 kasus positif lainnya, sebanyak 22.750 kasus, dimana 240 sudah sembuh dan 5.642, serta meninggal 19 orang. 1391 orang meninggal.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live