Ahli epidemiologi UI: Pilkada berisiko tinggi menyebarkan Covid-19 pada 2020 dan sulit mengikuti prosedur kesehatan

Reporter Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda

Jakarta TRIBUNNEWS.COM report-Pandu Riono, seorang ahli epidemiologi di Universitas Indonesia (UI), memperkirakan selama wabah Covod-19, pilkada serentak pada tahun 2020 sangat berbahaya. Menurut Pandu, penyebaran Covid-19 berisiko sangat tinggi dan sulit untuk melaksanakan kesepakatan kesehatan selama kampanye.

Pandu Riono menyebut “Media dan Pilkada: Antara Peran Kunci dan Ancaman Infeksi”, melalui Program YouTube AJI Indonesia, Senin (5/10/2020). Pandu mengatakan: “Saya seorang ahli epidemiologi yang menemukan bahwa risikonya sangat tinggi dan sulit untuk menjelaskan rencana medis.” -Pandu juga menilai kebijakan penundaan operasi pilkada secara serentak pada 9 Desember 2020 .

Baca: Covid-19 RS Darurat Atlet Wisma Dukung Psikologis Anak Dalam Perawatan

Baca: 6 Calon Utama Pilkada 20 20 HIV Positif Covid-19, 3 Di antaranya Mati-Baca: Sang ibu curiga pintu kamar tidur anaknya tidak dibuka, dan putrinya kemudian mengaku diperkosa oleh ayahnya sejak 2016-namun Pandu mengatakan penundaan itu bukan waktunya menunggu. Namun, ia harus mempersiapkan diri dengan baik dan dewasa.

Dengan demikian, mereka yang rela memilih untuk terhindar dari risiko tertular Covid-19.

“Ya, mungkin bijaksana untuk menundanya selagi kita bekerja keras. Tapi bukan berarti kita menunggu. Ya. Kalau kita bilang kita tunda 3 bulan sampai 2021, misalnya 2021 4 Di bulan April, “kata Pan Du, cuci tangan dan jaga jarak (merah), agar benar-benar menekan infeksi di bulan April, kondisinya terkontrol. Ini penting, ”jelasnya.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live