Asosiasi Rumah Sakit Swasta mencoba untuk memenuhi tingkat pengujian independen maksimum 900.000

Reporter Tribunnews.com Rina Ayu melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah telah menetapkan tarif pemungutan mandiri melalui metode real-time polymerase chain reaction (RT PCR), yakni 900.000 rupiah. Bagaimana reaksi rumah sakit terhadap ini?

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Fajaruddin Sihombing menyatakan bahwa rumah sakit akan berupaya untuk memenuhi ketentuan tersebut.

Tentunya setelah pemerintah menetapkan batasan harga untuk swab PCR, pihak rumah sakit akan berusaha untuk mematuhinya, ā€¯ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (10 April 2020), katanya. Serta sesuaikan harga komponen lainnya, seperti harga beli mesin PCR dan harga reagen.

Baca: Dilakukan Tes Usap, Syahnaz Sadiqah Takut Positif Covid-19

Baca: Pemerintah Segera Tetapkan Biaya Tes Usap BPKP merekomendasikan Rp 439 hingga Rp 797R per orang

Alasannya karena harga yang dibeli rumah sakit berbeda, maka tarif yang ditetapkan tiap rumah sakit pun berbeda.

“Untuk rumah sakit tanpa mesin PCR Biaya personel ditambah biaya transportasi dan SDM akan mengangkut bahan pemeriksaan / sampel ke laboratorium rujukan / rumah sakit.Di beberapa daerah, perjalanan menuju laboratorium rujukan / rumah sakit akan memakan waktu lama, bahkan sampai harapannya. Suatu hari “

“, kami berharap pemerintah harus mengatur dulu harga mesin PCR, harga mesin pendukung lainnya, dan harga reagen sebelum menetapkan tarif pemeriksaan swab PCR. .

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah menetapkan harga khusus untuk pemeriksaan mandiri, yang dapat meningkatkan pangsa pengujian dan pelacakan Covid-19 di masyarakat.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live