Tes cepat Rp 150.000 untuk pasien mandiri, termasuk peralatan, agen APD dan biaya layanan dokter

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah baru-baru ini mengeluarkan nomor pemberitahuan melalui Kementerian Kesehatan RI: HK.02.02 / 1/2875/2020, mengenai batasan biaya maksimal pengujian antibodi cepat bagi pasien mandiri.

— Untuk secepatnya melakukan identifikasi antibodi secara nasional, peraturan pemerintah mengenai harga pemeriksaan cepat telah dirumuskan. Harga yang melingkar bisa membingungkan publik.

Tes penyesuaian harga yang cepat juga merupakan upaya pemerintah untuk menghindari komersialisasi layanan medis. — “Jadi ini juga sejalan dengan tuntutan masyarakat, karena banyak orang yang meminta harga (quick test). Ini juga membantu masyarakat agar masyarakat tidak bingung soal harga saat berkunjung ke tempat pengobatan dan kesehatan,” Senin (13/9). 7/2020) Tri Hesty Widyastoeti, Sp. Dalam debat publik yang diadakan di Media Center Timnas Jakarta. Dr. M, MPH menjabat sebagai Direktur Pelayanan Kesehatan yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan. Termasuk Alat Tes Cepat, Biaya Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis, termasuk biaya pelayanan seperti dokter atau ahli.

Baca: Setelah 7 karyawan terjangkit virus corona, KPK kembali lakukan rapid Tes – Baca: Kenapa Kemenkes menetapkan tarif tertinggi: Tes kilat: Masyarakat tidak tahu harus memilih yang mana-Dr. Tri Hesty juga menambahkan bahwa batasan harga ditetapkan Rp 150.000 dan berlaku untuk semua layanan medis. Pasien mandiri yang tidak hadir untuk pemeriksaan memberikan bantuan pemerintah. – “Ini tidak ada hubungannya dengan inspeksi yang dibantu pemerintah,” kata Tri Hesty. ta, klinik dan berbagai pos pemeriksaan lainnya.

Soal denda, Tri Hesty mengaku Kementerian Kesehatan belum menetapkan denda sebenarnya untuk pelanggaran harga deteksi cepat.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live