Pondok pesantren harus melakukan pengecekan secara berkala untuk menghindari klaster yang mirip dengan Secapa TNI AD

Laporan Tribunnews.com reporter Vincentius Jyestha

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sembilan Wakil Ketua DPR RI Melki Laka Lena menyinggung soal cluster baru yang ada di Bandung Barat. Gugus sekolah calon perwira Tentara Nasional Indonesia (Secapa). Jawa. — Untuk menghindari insiden berulang di cluster Secapa TNI AD, Melki melakukan inspeksi rutin ke sekolah atau pesantren.

“Kami merekomendasikan agar semua sekolah atau pesantren diperiksa secara rutin oleh pengelola selama satu hingga dua minggu atau pendidik mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah atau satgas. Dengan cara ini, pelajaran dapat dihindari dalam kasus Secapa TNI AD,” Melki kepada Tribunnews.com, Jumat (10/7/2020). Komunitas, pelatihan komunitas atau pelatihan magang lainnya, seperti pesantren dan seminar, membutuhkan organisasi dan pengawasan yang lebih dekat serta tindakan disipliner.

Baca: Setelah mengetahui virus corona bisa menyebar di udara, WHO kini mengeluarkan pedoman baru

Baca: Di Secapa AD, 1.262 orang positif Covid-19, 17 di antaranya Sedang dirawat dan dikarantina di rumah sakit

karena jika anggota masyarakat terpapar Covid-19, sangat mungkin menularkan penyakit di masyarakat pada saat yang bersamaan .

“Lingkungan tertutup harus diatur secara ketat, dengan semua siswa dan pendidikan Pekerja terlibat dalam interaksi sehari-hari sepanjang waktu, berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Perjanjian kesehatan harus lebih rinci, jelas, dan spesifik, serta harus lebih ketat dan disiplin. Politisi dari Golkar percaya bahwa keteraturan Inspeksi acak (baik melalui rapid test atau PCR) juga penting. Selain itu, prosedur kesehatan seperti menjaga jarak, cuci tangan, dan menjaga kesehatan juga penting. Sabun dan penggunaan masker tetap perlu dilakukan. ”Ini tentang mengecek apakah komunitas asrama Apakah masih aman atau ada yang terinfeksi, “jelas Melki.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live