Politisi PDIP mencontohkan hal itu karena meningkatnya pengaduan PPDB terhadap KPAI pada 2020

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Komisi Kesejahteraan Sosial Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa pada tahun ini atau 2020, keluhan partai terkait pelaksanaan penerimaan siswa baru (PPDB) semakin meningkat. — Terkait hal ini, Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI-P (PDIP) dari Komite Kesejahteraan Anak Indonesia, mengatakan penerapan PPDB sedang naik daun.

Menurutnya, hal ini terjadi karena banyak orang tua dan siswa yang terburu-buru masuk ke sekolah favoritnya.

“Tren kisruh PPDB cenderung meningkat dari tahun ke tahun, terutama jika ditambahkan ke PPDB pada masa pandemi ini. Masalah ini muncul ketika siswa dan orang tua berlomba-lomba mencari sekolah yang mereka sukai. Tribunnews.com Pada Rabu (5/8/2020) berbincang dengan Andreas, Andreas mengatakan:

Selain itu, Andreas menilai PPDB lebih semrawut karena diberbagai daerah termasuk DKI Jakarta. Pemekaran Negeri Tak Terorganisir. — Baca: KPAI: 89% Pengaduan PPDB DKI Jakarta Tahun 2020

Menurutnya, jika ingin menyelesaikan masalah PPDB dalam jangka panjang, pemerintah harus menjembatani gap antara sekolah negeri dan swasta Kesenjangan itu, baik dari segi kualitas maupun biaya.

“Hati-hati dan berikan lebih banyak subsidi kepada sekolah swasta untuk meningkatkan mutu dan menekan biaya pendidikan swasta,” ujarnya.

“Pemerintah tidak perlu ada Pekerjaan umum. Sekolah di wilayah yang sudah terdapat sekolah swasta yang bisa menampung siswa. Ia mengatakan karena apa yang terjadi selama ini, orang-orang bergegas pergi ke sekolah umum, dan siswa di sekolah swasta pun habis.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Kesejahteraan Anak Indonesia (KPAI) menerima banyak pengaduan.

Isu terkait pelaksanaan Pendaftaran Siswa Baru (PPDB) tahun ini

Retno Listyarti, Pakar Pendidikan dari KPAI, mengatakan sebagian besar pengaduan tentang PPDB KPAI sudah diterima tahun ini.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live