Pembicara: “Normal Baru” bukanlah kompetisi berkelanjutan, dan penerapan “Normal Baru” adalah persyaratan regional

Reporter Jakarta Tribunnews.com Vincentius Jyestha melaporkan-Jakarta Tribunnews.com-Juru bicara pemerintah yang menangani Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan penerapan standar baru atau standar baru itu tidak seperti berjalan. Misalnya, penerapan perjanjian standar baru tidak berarti bahwa setiap daerah mengungguli dirinya sendiri dalam persaingan.

“Oleh karena itu, kami yakin standar baru tidak bisa sama dengan awal yang dijalankan. Semuanya bisa langsung terintegrasi. Itu sangat tergantung situasi epidemiologi masing-masing daerah. Ini keputusan kepala daerah,” Kata Yuri dalam jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu (31/5/2020). : Per 5 Juni, Departemen Riset LSI Denny JA: 158 Daerah Bersiap Alami Normal Baru

Begini Daftarnya:

Baca: Suami Dilaporkan Istri Ditangkap Warga Karena Diduga Berhubungan Seks Dengan Selingkuh Catch

Yuri mengatakan bahwa ada beberapa standar yang harus dimiliki setiap daerah untuk mencapai standar baru atau standar baru. -Pertama, dari sudut pandang epidemiologi, jumlah kasus Covid-19 di wilayah tersebut harus dikurangi hingga lebih dari 50% dari puncak kasus yang diketahui selama 3 minggu berturut-turut.

Kedua, kasus positif menurun 5%, dan kasus kematian menurun. Ketiga, fasilitas kesehatan, seperti jumlah tempat tidur rumah sakit dan kemampuan melakukan tes Covid-19.

“Pertimbangan inilah yang kita komunikasikan kepada kepala pemerintahan daerah. Untuk daerah / kota, tentunya pertimbangan kelompok khusus ini akan diteruskan ke bupati, walikota,” ujarnya.

Setelah bupati dan walikota mengikuti, mereka akan memutuskan apakah akan mengizinkan kesepakatan baru di daerah tersebut. Apakah itu “normal”.

“Bupati dan walikota selanjutnya akan berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan seluruh wilayah kabupaten / kota di tingkat pemerintahan untuk memutuskan apakah akan melakukan kegiatan untuk menerapkan standar baru atau bahkan menunda penggunaan standar baru,” tambahnya. .

Penting juga untuk mencapai normal baru, kata Yuri, sosialisasi perlu. Pendidikan dan simulasi. Dijelaskannya, sosialisasi harus dilakukan dengan masyarakat, dan masyarakat juga harus disadarkan apa yang harus dilakukan saat menerapkan standar baru

“Kalau begitu masyarakat sudah paham, maka tentunya harus dilakukan simulasi. Setahu kami, kami rasa kami bisa Implementasinya, jadi tentu bisa diimplementasikan, ”ujarnya.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live