Meutia Hatta: Perlu waktu untuk kebiasaan baru menjadi budaya

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Meutia Hatta, tim ahli dari Pokja Penanganan Covid-19, menilai kebiasaan baru menjadi sosial budaya akan bertahan lama. Cukup lama untuk menjadi budaya. Beberapa orang membutuhkan banyak waktu karena budaya ini lebih luas dan dalam. Ada beberapa nilai yang ditanamkan ke dalam kebiasaan budaya dalam perilaku sosial.

Baca: Ketua DPR RI Berharap Kerjasama RI-Turki Segera Temukan Vaksin Covid-19-Katanya: “Beberapa kebiasaan menunjukkan bagaimana membuat kebiasaan menjadi Lebih kuat bagaimana mempertahankannya dalam waktu yang lama di lingkungan generasi demi generasi, kemudian menjadi budaya. ”Menteri Pemberdayaan Perempuan saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Susilo Bambang Yudhoyono) menjabat menjelaskan Untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat yang tinggal di rumah panggung seperti Palembang atau Minang, biasanya di depan rumah diletakkan ember berisi air untuk membasuh kaki sebelum masuk ke dalam rumah.

Kebiasaan meletakkan ember berisi air dan membasuh kaki, kata Mutia, sejak itu ia masuk ke dalam rumah dan akhirnya menjadi budaya orang Palembang atau orang Minang.

“Saya juga perhatikan bahwa orang Minang tidak suka sayur, tapi akhirnya saya rasakan manfaatnya makan sayur. Biasanya kalau Minang sakit biasanya kolesterol dan gula. Ini karena terlalu banyak daging yang akan dimakan. Jadi, akhirnya mereka memakannya. Sayur-mayur, tapi sekarang saya tahu tidak. Tidak sulit mencari sayur, ”lanjutnya. Covid-19 .

“Ini kebiasaan yang menguntungkan, karena tanpanya ada bahaya virus corona, makanya kita mau jadi budaya,” ujarnya.

“Tapi kita harus membiarkan modelnya diterima. Pikiran dan tingkah lakunya. Bukan sekedar ikut, karena masih kebiasaan. Untuk budaya, mentalitasnya menekankan harus begini, tidak ada aturan, karena dia sudah tahu apa yang dimilikinya Yang baik menurutnya lebih baik.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live