Apa pro dan kontra dari penerapan standar baru untuk masyarakat? Inilah penjelasannya

TRIBUNNEWS.COM-Apa pro dan kontra dari norma baru bagi masyarakat?

Kepala RS UNS sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Hartono merespon dampak penerapan new normal pada masyarakat. – “Sedangkan untuk normal baru kita tidak tahu, karena persepsinya masih bermacam-macam.”

“Ada tiga situasi dalam pandemi Covid-19, yaitu pertama mencapai puncaknya dan kemudian segera berakhir. Kedua, periode puncak Jangka waktu penyelesaiannya relatif lama. Ketiga, periode puncak relatif lama dan tidak pernah berakhir. Hartono dalam panggilan teleponnya kepada Tribunnews.com, Sabtu (30/5/2020) mengatakan: “

” Normal baru adalah yang kedua Dan situasi ketiga, atau lebih mungkin situasi ketiga. ”Bacaan: Implementasi Menurut standar baru, pemerintah membutuhkan bantuan lanjutan kepada warga yang terkena dampak Covid-19-Bacaan: Menag mengeluarkan pedoman ke kapel di bawah normal baru , WALUBI memilih salat di rumah-jadi misalkan Covid-taking 19 pandemi misalnya, mencapai puncaknya dalam kurun waktu yang cukup lama, atau tidak pernah selesai, maka masyarakat akan terpaksa menerapkan standar baru. .

Ada konsekuensi dari Covid-19 dan tidak ada obat atau vaksin yang akan mendorong orang untuk mengambil tindakan pencegahan. Ada dua cara untuk mencegah masyarakat, yaitu o mencegah virus masuk ke dalam tubuh atau memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jika virus masuk, tidak akan sakit, tetapi jika penyakitnya mungkin tidak parah atau ringan. Hartono mengatakan: “Ada banyak latihan untuk mencegah virus masuk melalui jarak fisik.” Oleh karena itu, standar yang baru adalah bagaimana masyarakat akan melakukan aktivitas normal ke depannya, dengan tetap menerapkan prinsip “jarak fisik”, seperti memakai masker dan rajin. Cuci tangan Anda, beri label batuk, dll.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live