Bea Cukai Juanda menghentikan pengiriman ratusan ribu rokok ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, Bea Cukai Juanda terus melakukan pengawasan secara maksimal, termasuk mengendalikan peredaran rokok ilegal untuk menjamin hak finansial negara. Bea Cukai Juanda berhasil menggagalkan pengiriman ratusan ribu rokok ilegal dengan cukai palsu dan tanpa cukai (rokok biasa).

Ratusan rokok ilegal ini adalah hasil tuntutan petugas bea cukai terhadap Juanda pada Maret lalu. Hingga Juni 2020, setidaknya akan ada 82 penuntutan terhadap rokok ilegal berbagai merek rokok kretek.

Dalam 82 tuntutan, petugas menyita 84 kotak rokok, yang rinciannya 2714 batang rokok, 27.559 bungkus dan 540.230 batang rokok. Dan 56.200 stempel konsumen palsu, “kata Dirjen Bea Cukai Juanda kepada Budi Haryanto, Kamis (18/6). Potensi kerugian negara mencapai 20 juta rp3,” jelasnya. Petugas Bea Cukai Juanda didampingi PT Pos Indonesia melakukan pemeriksaan fisik barang. “Dengan memverifikasi keaslian penerimaan pajak konsumsi, pejabat menggunakan keaslian pajak konsumsi. Stempel pajak konsumsi dengan hologram reader dan sinar ultraviolet,” ujarnya. Nota pengiriman tidak mencantumkan alamat lengkap, hanya nama kota besar.

“Cara yang digunakan adalah penulis menjelaskan bahwa pasal tersebut tidak menyebutkan alamat lengkap pengirim dan penerima. Akibat tindakan yang dilakukan berupa rokok ilegal merupakan komoditas yang dikuasai oleh negara (BDN), kemudian Dikenal sebagai Barang Milik Negara (BMN), ia menyimpulkan: “Pada 2019 akan ada 55 tindakan keras. “(*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live