Penulis rokok ilegal dijatuhi hukuman penjara jangka waktu tetap dan denda

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Banyuwangi terus melakukan tindakan aktif terhadap pemasok dan distributor rokok ilegal serta menangkap pelakunya.Mereka menyimpan ribuan bungkus rokok ilegal dan kemudian dijatuhi hukuman kurungan dan denda. Negeri Banyuwangi menggunakan akronim terdakwa AT untuk menghukumnya karena divonis pidana dakwaan menyimpan dan menjual rokok ilegal. AT divonis satu tahun penjara dan denda Rs 32.869.200 di rumahnya di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, karena diketahui AT menyimpan dan memiliki 1.966 bungkus rokok berbagai merek, tetapi tidak membubuhkan pita cukai yang terkumpul. Pergilah ke rumah. .

Berdasarkan fakta persidangan, AT mengaku telah memperoleh sebatang rokok dari seorang warga Pamekasan (DPO) di Madura dan kemudian menjualnya ke berbagai ruas jalan di Banyuwangi. — AT diketahui melanggar Pasal 56 Undang-Undang Nomor RI Tahun 2007 tentang Pajak Konsumsi, yang berbunyi sebagai berikut: “Setiap orang yang menumpuk, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau menghibahkan pajak konsumsi yang diketahuinya atau pantas diterimanya harus d. Gagasan ini berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini, yang dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu tahun) dan paling lama 5 (lima) tahun, dan denda paling sedikit 2 kali lipat dari nilai pajak konsumsi. Sampai sepuluh (sepuluh) kali lipat nilainya Saya berharap cukai yang seharusnya dibayarkan adalah “.

“. Saya berharap kasus ini dapat memberikan efek jera bagi tergugat dan dapat dijadikan bahan kajian agar berdampak baik kedepannya, dan Evy menyimpulkan akan memperingatkan masyarakat lain , Artinya, menjual satu batang rokok atau tanpa stempel pajak konsumsi adalah ilegal. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live