Untuk mendorong perdagangan bebas antara ASEAN dan Hong Kong, pemerintah berencana menurunkan tarif impor

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia telah menyetujui Perjanjian Perdagangan Bebas China-ASEAN sesuai dengan Perpres Nomor 34 Tahun 2020.

Tujuannya adalah untuk mempromosikan ekonomi nasional dan meningkatkan kemitraan ekonomi antara pemerintah negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Daerah Administratif Khusus Hong Kong di Cina melalui kerjasama perdagangan internasional.

Untuk melaksanakan perjanjian di atas, Menteri Keuangan menerbitkan “Menteri Keuangan (PMK) Nomor 79 / PMK.010 / 2020, tentang Penetapan Tarif dan Bea Masuk dan PMK yang diatur dalam Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Hong Kong Republik Rakyat China” 80 / PMK.04 / 2020 Prosedur tarif mengenakan bea masuk atas barang-barang yang diimpor di bawah “Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN” -Hong Kong, Republik Rakyat Cina. -Komisioner Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat Mengu menyatakan bahwa pelepasan kedua PMK ini didasarkan pada “Perjanjian Gratis” -ASEAN-Bursa Efek Hong Kong, dasar hukum dan pedoman prinsip tata cara pemberian tarif preferensial untuk barang impor, Republik Rakyat Tiongkok . Untuk produk yang diimpor dari negara anggota ASEAN dan Hong Kong, Cina, aturan asal dan persyaratan lain untuk tarif preferensial berdasarkan “Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Hong Kong dari Republik Rakyat Cina” dijelaskan.

PMK 79 / PMK.010 / 2020 dan PMK 80 / PMK.04 / 2020 akan berlaku efektif pada 4 Juli 2020. Ketentuan kedua PMK ini berlaku sampai dengan tanggal pabean ketika dokumen pemberitahuan pabeannya telah diberi nomor dan didaftarkan dan bea cukai telah dipenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan kepabeanan pada tanggal berlakunya PMK. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live