Tim Gabungan Bea Cukai Aceh Hentikan Penyelundupan 13 Ton Bawang Hijau

TRIBUNNEWS.COM-Di tengah pandemi Covid-19 global, pihak bea cukai dan bea cukai terus bekerja sama untuk melindungi perbatasan Indonesia dari barang ilegal dan berbahaya.

Saat ini, Bea Cukai Sumatera, Bea Cukai Kopri, Bea Cukai Kuala Rangsa, dan Bea Cukai Belawan berhasil menghentikan penyelundupan bawang merah ilegal karena belum efektif. Perlindungan dokumen bea cukai impor. -Isnu Irwantoro, Kepala Humas Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Daerah Aceh, mengungkapkan tim gabungan telah menindak 13 ton kucai asal Thailand, yang dikemas dalam 650 karung seberat 20 ton. Kilogram, masing-masing kantong Perairan Air Masin seberat 20 kilogram pada Kamis (30/4).

“Keberhasilan kegiatan penyelundupan ini diatribusikan kepada Dinas Pajak Bea dan Konsumsi Daerah Aceh. Informasinya, informasinya sudah disampaikan ke Customs Patrol BC 20005 pada Rabu (29/4), ‚ÄĚkata Isnu. , Bea Cukai Aceh menginformasikan bahwa kapal sasaran membawa bawang ilegal. Tim patroli kapal patroli BC 20005 yang memimpin operasi patroli maritim terpadu Jaringan Sriwijaya di pesisir timur provinsi Aceh segera melakukan pencarian. Dia menjelaskan. Harga bawang merah diperkirakan 390 juta rupiah, dan potensi kerugian sektor keuangan nasional 135,5 juta rupiah. -Saat ini, empat awak yang diduga KM Rajawali ditahan di Rutan Kuala Simpang di Aceh Tamiang. Pada saat yang sama, dokumen tersebut telah diserahkan ke Bea Cukai Kuala Langsha untuk penyelidikan dan pemrosesan lebih lanjut. Dalam sepuluh tahun, denda hingga $ 5 miliar dapat dijatuhkan. “Dia menyimpulkan. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live