Berkat tindakan BERSINAR, bea dan cukai dan BNN mencegah 12 kilogram sabu diselundupkan dari Malaysia

TRIBUNNEWS.COM-Pasca pandemi COVID-19, tim operasi BERSINAR (Anti-Drug Crime Group) berhasil menggagalkan sinergi antara Kantor Bea dan Cukai Kanwil Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, dan Bea Cukai BNN. Menyelundupkan 12 kg metamfetamin yang diimpor dari Indonesia (jaringan metamfetamin internasional Malaysia). 03/24 (Selasa). Tim menemukan bukti kristal metamfetamin di sekitar rumah penyerang. Kristal tersebut dikemas dalam 12 paket seberat 1 kilogram, yang masing-masing dikubur dalam pot jerigen biru yang ditanam di bawah tanah. Safuadi mengungkapkan, berdasarkan intelijen para pelaku tersebut, kasus tersebut kemudian dikembangkan oleh aparat gabungan. Tak lama kemudian, tim berhasil mengunci tersangka lain berinisial M (33) pada Selasa sore (24/3). “Diduga para pemuda yang menguasai pengiriman barang tersebut juga berasal dari kawasan Seunuddon Aceh Utara,”

Menurut informasi yang diperoleh tim operasi Bersinar, Jumat (20/3), dikabarkan sabu dikapalkan dari Malaysia ke Narkotika di Indonesia. Air melalui Aceh. Selain itu, petugas gabungan terus melakukan patroli laut pada Minggu (22/3) dengan menggunakan dua kapal patroli, yaitu kapal BC 30004 milik Pangkalan Operasi Bea Cukai (PSO) Tanjung Balai Karimun dan kapal kantor BC 15021 milik Pabean Aceh. Kedua kapal sedang berpatroli dimana kapal sasaran diyakini telah lewat. Namun, diduga kapal tersebut singgah di pelabuhan tertentu di sepanjang rute lain. Awak darat langsung pergi ke pantai dekat Seunuddon. Namun, petugas tidak dapat menemukan kapal sasaran yang diduga telah menurunkan muatannya. Kemudian, polisi mengumpulkan intelijen dari berbagai sumber, dan hingga Selasa (24/3), polisi akhirnya berhasil menemukan barang bukti narkoba dari rumah penyerang di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Perpaduan antara Kantor Bea dan Cukai Wilayah Aceh, Kantor Bea dan Cukai Lhokseumawe, dan BNN telah menyelamatkan setidaknya 24.000 anak di Tanah Air dari penggunaan narkoba. Padahal, menurut Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, perbuatan tersangka pidana dapat dijatuhi hukuman mati paling tinggi. Pada 13 Februari 2020, Idi Rayeuk Malaysia di Aceh Timur memiliki berat 18,87 kg. Berlanjutnya operasi besar-besaran bea cukai dan aparat penegak hukum lainnya membuktikan keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman narkoba. -Hong Kong Customs berharap jika ditemukan aktivitas yang sangat mencurigakan, masyarakat dapat berperan aktif dalam memberi tahu pihak berwenang. Terkait peredaran narkoba ilegal. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live