Bea dan cukai Juanda melarang ratusan ribu rokok ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, Bea Cukai Juanda terus melakukan pengawasan secara maksimal, termasuk mengendalikan peredaran rokok ilegal untuk menjamin hak finansial negara. Bea Cukai Juanda berhasil menggagalkan upayanya dan mengirimkan ratusan ribu rokok ilegal dengan kuitansi palsu dan kuitansi bebas cukai (rokok biasa).

Ratusan rokok ilegal tersebut merupakan hasil penuntutan oleh petugas bea cukai di Juanda dari Maret 2020 hingga Juni 2020. Sedikitnya ada 82 kasus rokok ilegal yang melibatkan berbagai merek rokok kretek. Dan 56.200 perangko konsumen palsu, “kata Direktur Administrasi Umum Kepabeanan Juanda kepada Budi Haryanto, Kamis (18/6). Potensi kerugian negara mencapai Rp 20 juta,” jelasnya. Petugas Bea Cukai Juanda melakukan pemeriksaan fisik barang dan didampingi oleh petugas dari PT Pos Indonesia. “Untuk memverifikasi keaslian tanda terima pajak konsumsi, pejabat tersebut menggunakan dia dan berkata:” Ini memiliki keaslian hologram dan pembaca ultraviolet. -Menurut hasil penelitian, sebagian besar pelaku merupakan pelaku yang tidak diketahui identitasnya karena tidak dapat dihubungi dan sulit untuk disampaikan, namun tidak dicantumkan alamat lengkapnya, hanya nama pelaku. Kota besar.

Ia menjelaskan: “Cara yang digunakan adalah penulis menutup-nutupi pemberitahuan nama artikel tanpa menyebutkan alamat lengkap pengirim dan penerima.” Oleh karena itu, bagi pedagang yang sakit, rokok ilegal berupa Hasil dari tindakan tersebut adalah Barang Penguasaan Negara (BDN) yang selanjutnya ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Budi menambahkan, tindakan ini merupakan kelanjutan komitmen Bea Cukai Juanda untuk memberantas pembuangan rokok ilegal saat wabah Covid-19. . Dia menyimpulkan: “Pada 2019, akan ada 55 tindakan keras.” (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live