Kementerian Keuangan memberikan insentif tambahan kepada perusahaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan KITE untuk mengatasi dampak Covid-19

TRIBUNNEWS.COM-Guna mengatasi masalah dampak pandemi global Covid-19 yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global, mengganggu rantai pasokan nasional, dan kelangkaan produk dalam negeri, Kementerian Keuangan mengeluarkan peraturan Menteri Keuangan (PMK)) 13 April 2020 Nomor 31 / PMK.04 / 2020, tentang insentif tambahan yang diberikan oleh perusahaan penerima manfaat dari pemasangan Daerah Pabean (KB) dan / atau fasilitas impor dalam rangka “Kepabeanan (KITE)” untuk penanggulangan Virus Corona 2019 Disease / Covid-19 disaster. – International and Interagency Customs Director Syarif Hidayat mengungkapkan, karena kesulitan bahan baku, pandemi Covid-19 menyebabkan KB dan KITE mengalami kendala dalam proses produksi bahan baku, serta berdampak pula pada kinerja ekspor perusahaan. Menurunnya, dan berdampak pada pengurangan tenaga kerja.

Sebagaimana kita ketahui bersama, fasilitas KB dan LAYANG merupakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Menyediakan perusahaan dengan: a) Menyerap tenaga kerja dan mendorong ekspor dalam bentuk “insentif keuangan dan prosedural”. Perusahaan-perusahaan ini berorientasi ekspor dan telah menandatangani kontrak dengan pembeli di negara lain ketika mereka memulai bisnisnya, termasuk terutama memasok bahan mentah dari luar negeri. Karenanya, dalam hal ini Indonesia diuntungkan dengan tersedianya tenaga kerja dari KB dan KITE.

Selain itu, Syarif juga menjelaskan bahwa pandemi ini telah menyebabkan peningkatan permintaan komoditas dalam negeri untuk memerangi penyebaran tembakau. Coronavirus seperti alat pelindung diri (APD) terutama diproduksi oleh perusahaan KB dan KITE.

Oleh karena itu, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan kebijakan melalui PMK ini untuk memberikan langkah-langkah insentif lain berupa perluasan ruang lingkup usaha.Proses perusahaan KB dan KITE mendorong pengajuan produk KB dan KITE. Digunakan untuk mengurangi dampak penyakit virus corona, insentif bagi karyawan untuk membeli peralatan medis, dan insentif pajak untuk pengiriman produk asli lokal.

Langkah-langkah insentif lain dari perusahaan keluarga berencana yang disebutkan dalam PMK ini adalah: — -Tindakan insentif tambahan bagi perusahaan KITE yang diberikan dalam PMK ini adalah:

Syarif berharap PMK tersebut dapat di Covid-19 Pemberian tafsir dan kepastian hukum terkait dengan perlakuan bea cukai dan pajak perusahaan KB dan KITE selama pandemi dan pandemi dapat memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengganti bahan baku yang diimpor dari pasar lokal dan bahan baku yang diekspor dari pasar lokal.

“Tentunya kami juga berharap agar kebutuhan negara akan komoditas yang dirancang untuk mengendalikan penyebaran penyakit virus corona, tenaga medis dan seluruh masyarakat dapat memenuhi persyaratan APD,” harap Syarif. Rishdianto Budi Irawan, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Rute Prioritas (APJP), mengucapkan terima kasih kepada pihak bea cukai atas peran aktifnya dalam menangani dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, berbagai fasilitas yang disediakan dapat meningkatkan daya beli masyarakat melalui pemotongan pajak sehingga dapat menggairahkan perekonomian.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live