Penyelundupan 13 miliar tekstil berhasil menggagalkan bea cukai Carrimon

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, mencegah sebanyak 3.395 bungkus tekstil senilai 13 miliar rupiah mengalir ke perairan Perawan. Kargo diangkut dengan kapal kayu KM Karya Sakti yang diduga diselundupkan dari luar negeri ke wilayah Indonesia. -Direktur Bea Cukai Tanjungbalai Karimun Agung Marhaendra mengungkapkan sebanyak 3395 gulungan tekstil diselundupkan ke kapal kayu yang disamarkan dan menutupi 49 buah. Kasur / kasur busa.

Agung mengatakan dalam jumpa pers di ruang kerjanya, Senin (20/7): “Pencegahan KM Karya Sakti akan dilakukan pada Selasa, 14 Juli 2020. — Karimun Agung mengatakan bahwa petugas bea cukai bekerja sama dengan petugas Bea Cukai Le Kepri dan PSO Bea Cukai dan Bea Cukai Karimun untuk melaksanakan eksekusi, dan pihaknya mengerahkan patroli BC berdasarkan analisis informasi yang diperoleh dari masyarakat. 119, dan BC 1288, kapal patroli BC membantu 1410 dan BC 8001 untuk mengambil tindakan.

“Saat kami lakukan penangkalan, kapalnya kosong, dan diduga awak kapal sudah mengetahui pergerakan kami. Saat kami cek, ketua RT setempat melihatnya. Dan RW,” ujarnya. Saya hitung hasil 3395 gulungan tekstil dan 49 lembar sprei / kasur busa.Nilai barang sekitar Rp 12.738.750.000, dan kerugian negara mungkin Rp 4.962.558.405. Wabah Covid19 belum berakhir. Masih ada sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya sense of crisis. Mereka melakukan upaya yang memalukan untuk melakukan perdagangan ilegal. Hal ini telah membawa negara dari “negara,” kata Agung.

Selain mengambil satu Selain serangkaian tindakan pencegahan, serangkaian upaya telah dilakukan untuk mencoba mengimpor barang secara ilegal ke Indonesia melalui pantai timur Sumatera yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. -Kami telah mendapatkan bukti untuk menyelidiki lebih lanjut sumber dan tujuan selundupan tersebut. »Kesimpulannya adalah Ah Gus. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live