Bea Cukai kembali menghentikan pengiriman rokok ilegal di Surabaya

TRIBUNNEWS.COM-Dalam segala situasi dan kondisi, bahkan di tengah pandemi Covid saat ini, tidak diragukan lagi komitmen dan keseriusan pihak bea cukai untuk konsisten menerapkan hukum di bidang cukai -19 sebagai bukti, dua hari setelah sukses, Bea dan cukai berhasil menghentikan pengiriman ratusan ribu rokok ilegal dari Surabaya sebelum mencegah upaya pengiriman lebih dari 3,1 juta rokok ilegal. .

Sebagai langkah awal, Petugas Bea dan Cukai Jawa Timur I, Mohammad Yatim (Mohammad Yatim) Kepala Seksi Humas Kantor Bea dan Cukai Daerah, mengenalkan adanya pengangkutan rokok ilegal dari Surabaya ke Sumu. Cargo L dari kawasan Semut dengan tujuan untuk kawasan Banjarmasin di Kalimantan, Kalimantan Selatan. Kemudian, pada Senin, 13 April 2020, di Bank Dunia (WIB) sekitar pukul 09.00, petugas bea cukai melakukan penindakan dan menemukan 72 bola ilegal atau 288.000 batang rokok merek GL yang diduga memiliki stempel cukai palsu. . Rokok ilegal dibawa ke kantor bea cukai di Jawa Timur sebagai barang bukti. Para saksi yang diselidiki, GS bersaudara (sebagai karyawan swasta) dan pihak yang diduga memiliki pengetahuan tentang kegiatan yang terlibat akan diperiksa lebih lanjut. Untuk tujuan ini, pejabat mengeluarkan bukti tindakan, catatan inspeksi dan catatan serah terima.

Selain itu, Mohammad Yatim menambahkan, proses penuntutan merupakan bagian dari operasi ilegal rokok GEMPUR yang dilakukan secara rutin oleh bea cukai dan pajak konsumsi setempat. Kantor Jawa. Timur I. Yatim mengatakan: ‚ÄúTotal nilai rokok ilegal yang dijamin oleh gugatan ini lebih dari 300 juta rupee, dan potensi kerugian negara diperkirakan lebih dari 150 juta rupee …. Yatim mengatakan rokok ilegal melanggar banyak peraturan pidana tentang pajak konsumsi. Pasal 55 dan / atau Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 yang mengubah Undang-Undang Pajak Konsumsi Nomor 11 Tahun 1995, yaitu: pembelian kupon pajak konsumsi palsu, penggunaan pembelian kupon pajak konsumsi palsu; dan tindak pidana kepemilikan BKC Penghasilan Jika buktinya terbukti, pelaku diancam dengan hukuman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 8 tahun, serta pajak konsumsi 8 kali lipat dan denda paling banyak 10 kali lipat dikalikan nilai pajak konsumsi; Dan / atau dihukum minimal satu tahun penjara, maksimal 5 tahun, dan denda minimal 2 kali lipat nilai cukai dan tidak lebih dari 10 kali nilai cukai. “Wabah Covid-19 adalah penjualan rokok ilegal,” kata Yatim . Kesadaran hukum dan partisipasi publik diperlukan untuk mendukung kinerja bea cukai di masa depan, baik untuk mengontrol BKC ilegal, dan untuk melindungi hak fiskal negara dari pajak konsumsi. “Ini adalah bagian dari operasi rokok ilegal GEMPUR dan oleh karena itu dalam pengawasan,” Kata Yatim di akhir pidatonya. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live