Bea Cukai Merauke melakukan diskusi kebijakan untuk menyelamatkan sektor keuangan dari pandemi Covid-19

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Merauke melakukan internalisasi kebijakan yang bertujuan menyelamatkan sektor keuangan dari pandemi Covid-19 pada Jumat (05/06).

Sebagai bagian dari kegiatan peningkatan informasi dan pengetahuan, Direktur Bea Cukai Meravok Nazwar mengungkapkan bahwa kisruh di sektor keuangan tidak bisa dihindari selama pandemi Covid-19.

Hancurkan bisnis dan investasi serta pasar keuangan, “kata Nazwa. Beberapa upaya telah dilakukan pemerintah, seperti penyederhanaan dan percepatan prosedur impor dan ekspor, pemberian pajak insentif kepada perusahaan, dan penerbitan rencana stimulus ekonomi. Berikan modal negara BUMN untuk ikut serta. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah telah mengadopsi sejumlah kebijakan fiskal melalui Kementerian Keuangan: “Beberapa diantaranya memfokuskan kembali fleksibilitas anggaran pada bidang kesehatan. Selain itu, pemberian langkah-langkah stimulus fiskal juga dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, langkah-langkah stimulus fiskal meliputi kartu sembako, kompensasi pajak hotel dan restoran, serta pemberian insentif dan subsidi bagi industri pariwisata. Pada saat yang sama termasuk PPh- Rencana stimulus fiskal tahap kedua, termasuk 21, mendapat dukungan 100% dari pemerintah. Impor PPh-22 bebas pajak, PPh-25 dikurangi 30% dan pembayaran dipercepat. Pajak pertambahan nilai. Respons kebijakan sektor keuangan nasional, termasuk kebijakan pemerintah Kebijakan fiskal, kebijakan moneter Bank Indonesia, dan kebijakan jasa keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live