Pandemi Covid-19 dan Ramadhan tidak menghalangi bea cukai untuk memberantas rokok ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Situasi pandemi Covid-19 dan suasana bulan suci Ramadhan tak menghalangi pihak bea cukai untuk memantau rokok ilegal di berbagai daerah. Di daerah di mana rokok ilegal diproduksi dan dijual, terutama Malang di Jawa Timur dan Telok Bayer di Sumatera Barat, tindakan keras akan terus berlanjut.

Rabu (06/05), petugas Bea dan Cukai Kota Malang telah berhasil menyita lebih dari 100.000 batang rokok ilegal, namun belum ada dokumen cukai untuk Kabupaten Malang Kabupaten Kromenggan. Kepala Kantor Bea Cukai Malang Latif Helmi mengungkapkan, operasi tersebut berawal dari informasi apakah rokok ilegal disimpan dan dijual di kawasan tersebut. Latif mengatakan: “Di lokasi ini, polisi menemukan ribuan rokok ilegal dan dua sepeda motor untuk pengangkutan.” Berdasarkan hasil operasi, kerugian negara diperkirakan mencapai 45,5 juta rupiah. Sebelumnya, pada Rabu 29 April lalu, petugas Bea dan Cukai Kota Malang berhasil menyita 250.000 batang rokok ilegal di dua ruas jalan berbeda di kawasan Malang Raya. “Kami berhasil menggugat wilayah Gundoggi dan Blolawan. Melalui operasi ini, potensi kerugian negara penyelamat diperkirakan mencapai Rp 114.987.600,” kata Latif.

Sejauh ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Bea Cukai Malang akan terus memantau seluruh informasi dan laporan peredaran rokok ilegal di Da Malang Direktur Bea Cukai Teluk Bayur Hillman Satriya (Kelim 0306 Kecamatan) terungkap dalam berita acara rapat Kodim 0306 di 50 kota. Rincian perokok ilegal telah menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp 101.718.961. Sinergi dan koordinasi yang baik antara Bea Cukai Bayur dengan perangkat TNI Kodim 0306/50 Kota. Bea Cukai Teluk Bayur sangat mengapresiasi langkah yang diambil perangkat TNI dan akan terus meningkatkan sinergi untuk meningkatkan efisiensi pengawasan di kawasan Kota. . (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live